13 Sifat Laki-laki Yang Tidak Disukai Perempuan

Uncategorized No Comments »

Oleh: DR. Amir Faishol Fath

Para istri atau kaum wanita adalah manusia yang juga mempunyai hak tidak suka kepada laki-laki karena beberapa sifa-sifatnya. Karena itu kaum lelaki tidak boleh egois, dan merasa benar. Melainkan juga harus memperhatikan dirinya, sehingga ia benar-benar bisa tampil sebagai seorang yang baik. Baik di mata Allah, pun baik di mata manusia, lebih-lebih baik di mata istri. Ingat bahwa istri adalah sahabat terdekat, tidak saja di dunia melainkan sampai di surga. Karena itulah perhatikan sifat-sifat berikut yang secara umum sangat tidak disukai oleh para istri atau kaum wanita. Semoga bermanfaat.

Pertama, Tidak Punya Visi

Setiap kaum wanita merindukan suami yang mempunyai visi hidup yang jelas. Bahwa hidup ini diciptakan bukan semata untuk hidup. Melainkan ada tujuan mulia. Dalam pembukaan surah An Nisa’:1 Allah swt. Berfirman: “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. Dalam ayat ini Allah dengan tegas menjelaskan bahwa tujuan hidup berumah tangga adalah untuk bertakwa kepada Allah. Takwa dalam arti bersungguh mentaati-Nya. Apa yang Allah haramkan benar-benar dijauhi. Dan apa yang Allah perintahkan benar ditaati.

Namun yang banyak terjadi kini, adalah bahwa banyak kaum lelaki atau para suami yang menutup-nutupi kemaksiatan. Istri tidak dianggap penting. Dosa demi dosa diperbuat di luar rumah dengan tanpa merasa takut kepada Allah. Ingat bahwa setiap dosa pasti ada kompensasinya. Jika tidak di dunia pasti di akhirat. Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang hancur karena keberanian para suami berbuat dosa. Padahal dalam masalah pernikahan Nabi saw. bersabda: “Pernikahan adalah separuh agama, maka bertakwalah pada separuh yang tersisa.”

Kedua, Kasar

Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Ini menunjukkan bahwa tabiat wanita tidak sama dengan tabiat laki-laki. Karena itu Nabi saw. menjelaskan bahwa kalau wanita dipaksa untuk menjadi seperti laki-laki tulung rusuk itu akan patah. Dan patahnya berarti talaknya. Dari sini nampak bahwa kaum wanita mempunyai sifat ingin selalui dilindungi. Bukan diperlakukan secara kasar. Karena itu Allah memerintahkan para suami secara khusus agar menyikapi para istri dengan lemah lembut: Wa’aasyiruuhunna bil ma’ruuf (Dan sikapilah para istri itu dengan perlakuan yang baik) An Nisa: 19. Perhatikan ayat ini menggambarkan bahwa sikap seorang suami yang baik bukan yang bersikap kasar, melainkan yang lembut dan melindungi istri.

Banyak para suami yang menganggap istri sebagai sapi perahan. Ia dibantai dan disakiti seenaknya. Tanpa sedikitpun kenal belas kasihan. Mentang-mentang badannya lebih kuat lalu memukul istri seenaknya. Ingat bahwa istri juga manusia. Ciptaan Allah. Kepada binatang saja kita harus belas kasihan, apalagi kepada manusia. Nabi pernah menggambarkan seseorang yang masuk neraka karena menyikas seekor kucing, apa lagi menyiksa seorang manusia yang merdeka.

Ketiga, Sombong

Sombong adalah sifat setan. Allah melaknat Iblis adalah karena kesombongannya. Abaa wastakbara wakaana minal kaafiriin (Al Baqarah:34). Tidak ada seorang mahlukpun yang berhak sombong, karena kesombongan hanyalah hak priogatif Allah. Allah berfirman dalam hadits Qurdsi: “Kesombongan adalah selendangku, siapa yang menandingi aku, akan aku masukkan neraka.” Wanita adalah mahluk yang lembut. Kesombongan sangat bertentangan dengan kelembutan wanita. Karena itu para istri yang baik tidak suka mempunyai suami sombong.

Sayangnya dalam keseharian sering terjadi banyak suami merasa bisa segalanya. Sehingga ia tidak mau menganggap dan tidak mau mengingat jasa istri sama sekali. Bahkan ia tidak mau mendengarkan ucapan sang istri. Ingat bahwa sang anak lahir karena jasa kesebaran para istri. Sabar dalam mengandung selama sembilan bulan dan sabar dalam menyusui selama dua tahun. Sungguh banyak para istri yang menderita karena prilaku sombong seorang suami.

Keempat, Tertutup

Nabi saw. adalah contoh suami yang baik. Tidak ada dari sikap-sikapnya yang tidak diketahui istrinya. Nabi sangat terbuka kepada istri-istrinya. Bila hendak bepergian dengan salah seorang istrinya, nabi melakukan undian, agar tidak menimbulkan kecemburuan dari yang lain. Bila nabi ingin mendatangi salah seorang istrinya, ia izin terlebih dahulu kepada yang lain. Perhatikan betapa nabi sangat terbuka dalam menyikapi para istri. Tidak seorangpun dari mereka yang merasa didzalimi. Tidak ada seorang dari para istri yang merasa dikesampingkan.

Kini banyak kejadian para suami menutup-nutupi perbuatannya di luar rumah. Ia tidak mau berterus terang kepada istrinya. Bila ditanya selalu jawabannya ngambang. Entah ada rapat, atau pertemuan bisnis dan lain sebagainya. Padahal tidak demikian kejadiannya. Atau ia tidak mau berterus terang mengenai penghasilannya, atau tidak mau menjelaskan untuk apa saja pengeluaran uangnya. Sikap semacam ini sungguh sangat tidak disukai kaum wanita. Banyak para istri yang tersiksa karena sikap suami yang begitu tertutup ini.

Kelima, Plinplan

Setiap wanita sangat mendambakan seorang suami yang mempunyai pendirian. Bukan suami yang plinplan. Tetapi bukan diktator. Tegas dalam arti punya sikap dan alasan yang jelas dalam mengambil keputusan. Tetapi di saat yang sama ia bermusyawarah, lalu menentukan tindakan yang harus dilakukan dengan penuh keyakinan. Inilah salah satu makna qawwam dalam firman Allah: arrijaalu qawwamuun alan nisaa’ (An Nisa’:34).

Keenam, Pembohong

Banyak kejadian para istri tersiksa karena sang suami suka berbohong. Tidak mau jujur atas perbuatannya. Ingat sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh ke tanah. Kebohongan adalah sikap yang paling Allah benci. Bahkan Nabi menganggap kebohongan adalah sikap orang-orang yang tidak beriman. Dalam sebuah hadits Nabi pernah ditanya: hal yakdzibul mukmin (apakah ada seorang mukmin berdusta?) Nabi menjawab: Laa (tidak). Ini menunjukkan bahwa berbuat bohong adalah sikap yang bertentangan dengan iman itu sendiri.

Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang bubar karena kebohongan para suami. Ingat bahwa para istri tidak hanya butuh uang dan kemewahan dunia. Melainkan lenbih dari itu ia ingin dihargai. Kebohongan telah menghancurkan harga diri seorang istri. Karena banyak para istri yang siap dicerai karena tidak sanggup hidup dengan para sumai pembohong.

Ketujuh, Cengeng

Para istri ingin suami yang tegar, bukan suami yang cengeng. Benar Abu Bakar Ash Shiddiq adalah contoh suami yang selalu menangis. Tetapi ia menangis bukan karena cengeng melainkan karena sentuhan ayat-ayat Al Qur’an. Namun dalam sikap keseharian Abu Bakar jauh dari sikap cengeng. Abu Bakar sangat tegar dan penuh keberanian. Lihat sikapnya ketika menghadapi para pembangkang (murtaddin), Abu Bakar sangat tegar dan tidak sedikitpun gentar.

Suami yang cenging cendrung nampak di depan istri serba tidak meyakinkan. Para istri suka suami yang selalu gagah tetapi tidak sombong. Gagah dalam arti penuh semangat dan tidak kenal lelah. Lebih dari itu tabah dalam menghadapi berbagai cobaan hidup.

Kedelapan, Pengecut

Dalam sebuah doa, Nabi saw. minta perlindungan dari sikap pengecut (a’uudzubika minal jubn), mengapa? Sebab sikap pengecut banyak menghalangi sumber-sumber kebaikan. Banyak para istri yang tertahan keinginannya karena sikap pengecut suaminya. Banyak para istri yang tersiksa karena suaminya tidak berani menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Nabi saw. terkenal pemberani. Setiap ada pertempuran Nabi selalu dibarisan paling depan. Katika terdengar suara yang menakutkan di kota Madinah, Nabi saw. adalah yang pertama kaluar dan mendatangi suara tersebut.

Para istri sangat tidak suka suami pengecut. Mereka suka pada suami yang pemberani. Sebab tantangan hidup sangat menuntut keberanian. Tetapi bukan nekad, melainkan berani dengan penuh pertimbangan yang matang.

Kesembilan, Pemalas

Di antara doa Nabi saw. adalah minta perlindingan kepada Allah dari sikap malas: allahumma inni a’uudzubika minal ‘ajizi wal kasal , kata kasal artinya malas. Malas telah membuat seseorang tidak produktif. Banyak sumber-sumber rejeki yang tertutup karena kemalasan seorang suami. Malas sering kali membuat rumah tangga menjadi sempit dan terjepit. Para istri sangat tidak suka kepada seorang suami pemalas. Sebab keberadaanya di rumah bukan memecahkan masalah melainkan menambah permasalah. Seringkali sebuah rumah tangga diwarnai kericuhan karena malasnya seorang suami.

Kesepuluh, Cuek Pada Anak

Mendidik anak tidak saja tanggung jawab seorang istri melainkan lebih dari itu tanggung jawab seorang suami. Perhatikan surat Luqman, di sana kita menemukan pesan seorang ayah bernama Luqman, kepada anaknya. Ini menunjukkan bahwa seorang ayah harus menentukan kompas jalan hidup sang anak. Nabi saw. Adalah contoh seorang ayah sejati. Perhatiannya kepada sang cucu Hasan Husain adalah contoh nyata, betapa beliau sangat sayang kepada anaknya. Bahkan pernah berlama-lama dalam sujudnya, karena sang cucu sedang bermain-main di atas punggungnya.

Kini banyak kita saksikan seorang ayah sangat cuek pada anak. Ia beranggapan bahwa mengurus anak adalah pekerjaan istri. Sikap seperti inilah yang sangat tidak disukai para wanita.

Kesebelas, Menang Sendiri

Setiap manusia mempunyai perasaan ingin dihargai pendapatnya. Begitu juga seorang istri. Banyak para istri tersiksa karena sikap suami yang selalu merasa benar sendiri. Karena itu Umar bin Khaththab lebih bersikap diam ketika sang istri berbicara. Ini adalah contoh yang patut ditiru. Umar beranggapan bahwa adalah hak istri mengungkapkan uneg-unegnya sang suami. Sebab hanya kepada suamilah ia menemukan tempat mencurahkan isi hatinya. Karena itu seorang suami hendaklah selalu lapang dadanya. Tidak ada artinya merasa menang di depan istri. Karena itu sebaik-baik sikap adalah mengalah dan bersikap perhatian dengan penuh kebapakan. Sebab ketika sang istri ngomel ia sangat membutuhkan sikap kebapakan seorang suami. Ada pepetah mengatakan: jadilah air ketika salah satunya menjadi api.

Keduabelas, Jarang Komunikasi

Banyak para istri merasa kesepian ketika sang suami pergi atau di luar rumah. Sebaik-baik suami adalah yang selalu mengontak sang istri. Entah denga cara mengirim sms atau menelponnya. Ingat bahwa banyak masalah kecil menjadi besar hanya karena miskomunikasi. Karena itu sering berkomukasi adalah sangat menentukan dalam kebahagiaan rumah tangga.

Banyak para istri yang merasa jengkel karena tidak pernah dikontak oleh suaminya ketika di luar rumah. Sehingga ia merasa disepelekan atau tidak dibutuhkan. Para istri sangat suka kepada para suami yang selalu mengontak sekalipun hanya sekedar menanyakan apa kabarnya.

Ketigabelas, Tidak Rapi dan Tidak Harum

Para istri sangat suka ketika suaminya selalu berpenampilan rapi. Nabi adalah contoh suami yang selalu rapi dan harum. Karena itu para istrinya selalu suka dan bangga dengan Nabi. Ingat bahwa Allah Maha indah dan sangat menyukai keindahan. Maka kerapian bagian dari keimanan. Ketika seorang suami rapi istri bangga karena orang-orang pasti akan berkesan bahwa sang istri mengurusnya. Sebaliknya ketika sang suami tidak rapi dan tidak harum, orang-orang akan berkesan bahwa ia tidak diurus oleh istrinya. Karena itu bagi para istri kerapian dan kaharuman adalah cermin pribadi istri. Sungguh sangat tersinggung dan tersiksa seorang istri, ketika melihat suaminya sembarangan dalam penampilannya dan menyebarkan bahu yang tidak enak. Allahu a’lam

Dakwatuna.com

13 Sifat Perempuan Yang Tidak Disukai Laki-Laki

Uncategorized No Comments »

Oleh: Ulis Tofa, Lc

Salah satu Pusat Kajian di Eropa telah mengadakan survai seputar 20 sifat perempuan yang paling tidak disukai laki-laki. Survai ini diikuti oleh dua ribu (2000) peserta laki-laki dari beragam umur, beragam wawasan dan beragam tingkat pendidikan.

Survai itu menguatkan bahwa ada 13 sifat atau tipe perempuan yang tidak disukai laki-laki:

Pertama, perempuan yang kelaki-lakian, “mustarjalah”

Perempuan tipe ini menempati urutan pertama dari sifat yang paling tidak disukai laki-laki. Padahal banyak perempuan terpandang berkeyakinan bahwa laki-laki mencintai perempuan “yang memiliki sifat perkasa”. Namun survai itu justru sebaliknya, bahwa para peserta survai dari kalangan laki-laki menguatkan bahwa perempuan seperti ini telah hilang sifat kewanitannya secara fitrah. Mereka menilai bahwa perangai itu tidak asli milik perempuan. Seperti sifat penunjukan diri lebih kuat secara fisik, sebagaimana mereka menyaingi laki-laki dalam berbagai bidang kerja, terutama bidang yang semestinya hanya untuk laki-laki… Mereka bersuara lantang menuntut haknya dalam dunia kepemimpinan dan jabatan tinggi! Sebagian besar pemuda yang ikut serta dalam survai ini mengaku tidak suka berhubungan dengan tipe perempuan seperti ini.

Kedua, perempuan yang tidak bisa menahan lisannya “Tsartsarah”

Tipe perempuan ini menempati urutan kedua dari sifat yang tidak disukai laki-laki, karena perempuan yang banyak omong dan tidak memberi kesempatan orang lain untuk berbicara, menyampaikan pendapatnya, umumnya lebih banyak memaksa dan egois. Karena itu kehidupan rumah tangga terancam tidak bisa bertahan lebih lama, bahkan berubah menjadi “neraka”.

Ketiga, perempuan materialistis “Maaddiyah”

Adalah tipe perempuan yang orientasi hidupnya hanya kebendaan dan materi. Segala sesuatu dinilai dengan harga dan uang. Tidak suka ada pengganti selain materi, meskipun ia lebih kaya dari suaminya.

Keempat, perempuan pemalas “muhmalah”

Tipe perempuan ini menempati urutan keempat dari sifat perempuan yang tidak disukai laki-laki.

Kelima, perempuan bodoh “ghobiyyah”

Yaitu tipe perempuan yang tidak memiliki pendapat, tidak punya ide dan hanya bersikap pasif.

Keenam, perempuan pembohong “kadzibah”

Tipe perempuan yang tidak bisa dipercaya, suka berbohong, tidak berkata sebenarnya, baik menyangkut masalah serius, besar atau masalah sepele dan remah. Tipe perempuan ini sangat ditakuti laki-laki, karena tidak ada yang bisa dipercaya lagi dari segala sisinya, dan umumnya berkhianat terhadap suaminya.

Ketujuh, perempuan yang mengaku serba hebat “mutabahiyah”

Tipe perempuan ini selalu menyangka dirinya paling pintar, ia lebih hebat dibandingkan dengan lainnya, dibandingkan suaminya, anaknya, di tempat kerjanya, dan kedudukan materi lainnya…

Kedelapan, perempuan sok jagoan, tidak mau kalah dengan suaminya

Tipe perempuan yang selalu menunjukkan kekuatan fisiknya setiap saat.

Kesembilan, perempuan yang iri dengan perempuan lainnya.

Adalah tipe perempuan yang selalu menjelekkan perempuan lain.

Kesepuluh, perempuan murahan “mubtadzilah”

Tipe perempuan pasaran yang mengumbar omongannya, perilakunya, menggadaikan kehormatan dan kepribadiannya di tengah-tengah masyarakat.

Kesebelas, perempuan yang perasa “syadidah hasasiyyah”

Tipe perempuan seperti ini banyak menangis yang mengakibatkan laki-laki terpukul dan terpengaruh semenjak awal. Suami menjadi masyghul dengan sikap cengengnya.

Keduabelas, perempuan pencemburu yang berlebihan “ghayyur gira zaidah”

Sehingga menyebabkan kehidupan suaminya terperangkap dalam perselisihan, persengketaan tak berkesudahan.

Ketigabelas, perempuan fanatis “mumillah”

Model perempuan yang tidak mau menerima perubahan, nasehat dan masukan meskipun itu benar dan ia membutuhkannya. Ia tidak mau menerima perubahan dari suaminya atau anak-anaknya, baik dalam urusan pribadi atau urusan rumah tangganya secara umum. Model seperti ini memiliki kemampuan untuk nerimo dengan satu kata, satu cara, setiap harinya selama tiga puluh tahun, tanpa ada rasa jenuh!

Ketika Laki-Laki Memilih

Dari hasil survai di Eropa itu, dikomparasikan dengan pendapat banyak kalangan dari para pemuda, para suami seputar hasil survai itu, maka bisa kita lihat pendapatnya sebagai berikut:

Sebut saja namanya Muhammad Yunus (36) tahun, menikah semenjak sebelas tahun, ia berkomentar:

“Saya sepakat dengan hasil survai itu. Terutama sifat “banyak omong dan malas”. Tidak ada sifat yang lebih jelek dari perilaku mengumbar omongan, tidak bisa menahan lisan, siang-malam dalam setiap perbincangan, baik berbincangan serius atau canda, menjadikan suaminya dalam kondisi sempit, dan marah, apalagi suaminya telah menjalankan pekerjaan berat di luar, di mana ia membutuhkan ketenangan dan kejernihan pikiran di rumah.

Saya baru mengetahui dari rekan saya yang memiliki istri model ini, tidak bisa menahan lisannya di setiap pembicaraan, setiap waktu dan dengan semua orang. Suaminya telah menasehatinya berulang kali, agar bisa menahan omongan, namun ia tidak menggubris nasehatnya sehingga berakhir dengan perceraian.

Pada umumnya model istri yang banyak omong, itu lebih pemalas di rumahnya. Bagaimana ia menggunakan waktu yang cukup untuk mengurus rumah tangga dan anak-anaknya, sedangkan ia sibuk ngobrol dengan para tetangga dan teman?!.

Jamil Abdul Hadi, sebut saja namanya begitu, insinyur berumur 34 tahun, menikah semenjak 9 tahun, ia berkomentar:

“Tidak ada yang lebih buruk dari model perempuan yang materialistis, selalu menuntut setiap saat, meskipun suaminya menuruti permintaannya, ia terus meminta dan menuntut!!

Tipe perempuan ini, sayangnya tidak mudah menerima perubahan menuju lebih baik, tidak gampang menyesuaikan diri dalam kehidupan apa adanya. Boleh jadi kondisi demikian berangkat dari asuhan semenjak kecilnya. Saya tidak diuji Allah dengan model perempuan seperti ini, namun justru saya diuji dengan istri perasa dan cengeng.

Dengan tertawa Mahmud as Sayyid menerima hasil survai ini, ia berkomentar:

“Demi Allah, sungguh menarik ada lembaga atau Pusat Study yang menggelar survai dengan pembahasan seputar ini. Survai ini meskipun memiki cara pandang dan penilaian yang berbeda-beda, namun terungkap bahwa cara pandang itu satu sama lain tidak saling bertentangan…”

Lain lagi dengan Mahmud, sebut saja begitu. Belum menikah, mahasiswa di universitas. Ia berujar tentang mimpinya, yaitu istri yang akan mendampinginya, ia mengharap:

“Pasti saya menginginkan tidak mendapatkan istri yang memiliki tipe sebagaimana hasil survai di atas. Tetapi mengingat tidak ada istri yang “sempurna”, karena itu saya masih mungkin menerima tipe perempuan di atas kecuali tipe perempuan pembohong. Istri pembohong akan lebih mudah mengkhianati, tidak menghormati hubungan suami-istri, tidak memelihara amanah, tidak bisa dipercaya. Setiap orang pada umumnya tidak menyenangi sifat bohong, baik laki-laki maupun perempuan itu sendiri. Karena akan berdampak negative pada anak-anaknya, karena anak-anak akan meniru dirinya!!.

Ketika ia ditanya tentang tipe perempuan “kelaki-lakian”. Perempuan yang menyerupai laki-laki dalam segala hal dan menyanginya dalam segala hal. Ia berkomentar:

“Tidak masalah berhubungan dengan istri tipe seperti ini, selagi sifat “kelaki-lakian” tidak mengalahkan dan mengibiri sifat aslinya. Selagi ia masih mengemban kerja dan tugas yang sesuai dengan tabiat perempuan, seperti nikah, mengandung, menyusui dan lainnya.”

“Perempuan “kuat” menurut saya akan mengetahui bagaimana ia mengurus kebutuhan dirinya, mengarahkan dan mengatur keluarga dan anak-anaknya. Akan tetapi segala sesuatu ada batasnya yang tidak boleh diterjangnya. Sebagaimana seorang perempuan tidak suka terhadap laki-laki yang “banci”, seperti berbicara dan berperilaku layaknya perempuan. Sebagaimana juga laki-laki tidak suka terhadap perempuan yang mengedepankan sifat kelaki-lakian… segala sesuatu ada batas ma’kulnya. Jika melampaui batas sewajarnya, yang terjadi adalah dampak negatif.

Tidak ada seorang istri yang “sempurna”. Dan memang ada berbedaan cara penilaian dan cara pandang antara laki-laki satu dengan laki-laki lain. Namun ada kaidah umum yang disepakati oleh samua. Yaitu menolak sikap bohong, penipu, sebagaimana yang disebutkan sebelumnya.”

Semoga tulisan ini menambah informasi dan pengalaman buat para istri dan calon istri. Dan tentunya bermanfaat bagi laki-laki, sehingga para suami mampu bermuasyarah atau berhubungan dengan istri-istrinya dengan cara makruf, sebagaimana yang digariskan dalam Al qur’an. Allah swt berfirman:

“Dan bergaullah dengan mereka (istri-istrimu) secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” Al Nisa’:19

Dan karena perempuan “syaqaiqur rijal” saudara kembar laki-laki, yang seharusnya saling mengisi dan menyempurnakan, untuk membangun “baiti jannati” sehingga keduanya mampu bersinergi untuk mewujudkan citanya itu dalam pengembaraan kehidupan ini. Allahu a’lam

Dakwatuna.com

Lima Wasiat Abu Bakar

Uncategorized 1 Comment »

Sahabat Rasul SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq, berkata,
”Kegelapan itu ada lima dan pelitanya pun ada lima. Jika tidak waspada, lima kegelapan itu akan menyesatkan dan memerosokkan kita ke dalam panasnya api neraka. Tetapi, barangsiapa teguh memegang lima pelita itu maka ia akan selamat di dunia dan akhirat.”

Kegelapan pertama adalah cinta dunia (hubb al-dunya). Rasulullah bersabda, ”Cinta dunia adalah biang segala kesalahan.” (HR Baihaqi). Manusia yang berorientasi duniawi, ia akan melegalkan segala cara untuk meraih keinginannya. Untuk memeranginya, Abu Bakar memberikan pelita berupa taqwa. Dengan taqwa, manusia lebih terarah secara positif menuju jalan Allah, yakni jalan kebenaran.

Kedua, berbuat dosa. Kegelapan ini akan tercerahkan oleh taubat nashuha (tobat yang sungguh-sungguh). Rasulullah bersabda, ”Sesungguhnya bila seorang hamba melakukan dosa satu kali, di dalam hatinya timbul satu titik noda. Apabila ia berhenti dari berbuat dosa dan memohon ampun serta bertobat, maka bersihlah hatinya. Jika ia kembali berbuat dosa, bertambah hitamlah titik nodanya itu sampai memenuhi hatinya.” (HR Ahmad). Inilah al-roon (penutup hati) sebagaimana disebutkan dalam QS Al-Muthaffifin (83) ayat 14.

Ketiga, kegelapan kubur akan benderang dengan adanya siraj (lampu penerang) berupa bacaan laa ilaaha illallah, Muhammad Rasulullah. Sabda Nabi SAW, ”Barangsiapa membaca dengan ikhlas kalimat laa ilaaha illallah, ia akan masuk surga.” Para sahabat bertanya, ”Wahai Rasulallah, apa wujud keikhlasannya?” Beliau menjawab, ”Kalimat tersebut dapat mencegah dari segala sesuatu yang diharamkan Allah kepada kalian.”

Keempat, alam akhirat sangatlah gelap. Untuk meneranginya, manusia harus memperbanyak amal shaleh. QS Al-Bayyinah (98) ayat 7-8 menyebutkan, orang yang beramal shaleh adalah sebaik-baik makhluk, dan balasan bagi mereka adalah surga ‘Adn. Mereka kekal di dalamnya.

Kegelapan kelima adalah shirath (jembatan penyeberangan di atas neraka) dan yaqin adalah penerangnya. Yaitu, meyakini dan membenarkan dengan sepenuh hati segala hal yang gaib, termasuk kehidupan setelah mati. Dengan keyakinan itu, kita akan lebih aktif mempersiapkan bekal sebanyak mungkin menuju alam abadi (akhirat).

Demikian lima wasiat Abu Bakar. Semoga kita termasuk pemegang kuat lima pelita itu, sehingga dapat menyibak kegelapan dan mengantarkan kita ke kebahagiaan abadi di surga. Amin.

(Nur Iskandar, Republika, Hikmah)

Testing mobile friendster di HP

Weblogs No Comments »

Rgds, Firmansyah

Soto kikil + pecel

Travel No Comments »

Menu sarapan minggu pagi dengan soto kikil + pecel ( ga nyambung ya ), karna lapar ga dipikirin deh. Belinya bareng istri tercinta,teh rita,alghi n opal.

Kalo mau tau tempat belinya, dideket rumah gw,daerah ciomas,tepatnya di depan balai penelitian kehutanan,sebelah baso keraton.

Dateng siang dikit aja,pasti dah ludeh habis.so better dtg pagi2x stlh dari senam pagi or bis dari pengajian.

minggu depan bisa beli lagi ga ya,sptnya tidak bisa plg kebogor….Hmmmm yummie

Hikmah Pengharaman Alkohol : Sedikit atau Banyak Tetap Berbahaya

Religion No Comments »

Dr. Sath-han
Ahmad (United State of America)


Sudah menjadi
sesuatu yang diketahui umum, yaitu adanya dampak yang sangat kentara dari
alkohol terhadap otak dan kerja hati (liver), kecuali apabila hal itu digunakan
untuk tujuan-tujuan sosial atau untuk medis. Ada sebuah pemahaman yang
menyatakan bahwa penggunaan alkohol dalam jumlah kecil
tidak berdampak pada toksin atau mempengaruhi anggota tubuh lainnya sehingga
tidak boleh melarang penggunaan alkohol
.

Oleh karena
itu, aku melaksanakan penelitian ini untuk memastikan ada-tidaknya dampak yang
signifikan terhadap jantung bagi manusia. Penelitian juga aku lakukan terhadap
zat aditif "khamar" bagi responden. Tes percobaan adalah 6 jenis
alkohol dengan kandungan 43% saya berikan kepada orang biasa yang sehat yang
berusia 23 - 30 tahun selama 2 jam, bagi kelompok pertama, dan 1 jam bagi kelompok
kedua. Dan ternyata, kerja jantung jadi berdebar kencang.

Terhadap
kelompok pertama, setelah berselang 60 menit (1 jam), kandungan al-kohol
menjadi + 74 mcm/ml ada penambahan selama pemompaan darah 90 - 96 mili kedua.
Dan penambahan waktu kepastian 44 - 52, bertambah persentase keduanya dari
0,299 sampai 323. Dan mulai menurun setelah 2 jam pertama padahal jumlah
alkohol dalam darah bertambah sampai 111 mg dengan peningkatan yang sangat
cepat/drastis (pada kelompok kedua) dan terjadi dis-fungsi organ perut bagian
kiri setelah 30 menit. Hal ini terjadi ketika keadaan alkohol dalam darah
mencapai 50 mg/100ml.

Adapun pada
kelompok ketiga. Kami melakukan studi komparasional terhadap 5 orang yang aku
beri saccharine dan terjadi penurunan pada tiga hal tersebut pada setiap orang.

Oleh karena
itu, penggunaan alkohol dengan dosis "kecil/atau tidak seberapa" akan
menyebabkan terjadinya disfungsi organ secara berkala; dan pada orang-orang
biasa bila tidak berkala. Dan untuk menganalisis kerja jantung pada pada saat
diberi zat aditif tersebut di atas, maka 3 orang yang sudah kecanduan khamar,
kami melakukan studi komparasinya dengan kelompok orang-orang biasa yang sehat.
Berdasarkan hipotesis : Ada perbedaan yang jelas pada keadaan dan gejala-gejala
jantung, maka diketahui bahwasanya ditemukan keadaan yang sangat jelas pada
setiap responden tentang disfungsi organ perut bagian kiri, baik besar atau pun
kecil. Dan disfungsi ini lebih jelas lagi pada orang yang sedang sakit yang
relatif lebih lama pada lama-tidaknya kerja jantung. Pada 12 pasien tidak
mengetahui penyebab pembengkakan jantung, sebab ukuran/volume organ perut
bagian kiri dan volume darah dan terbuang berbeda lebih jelas dibandingkan pada
responden orang biasa.

Dan pada 11
orang yang menderita sakit tambahan, tidak mengetahui pembengkakan jantung
dengan perbedaan yang jelas, yaitu adanya penambahan atau pengurangan volume
pompa darah.

Pada 18 pasien,
mengetahui adanya pembengkakan jantung tanpa diserta gejala, terjadi penurunan
atau dis-fungsi kerja pompa jantung secara jelas dan disertai penurunan volume
dan darah yang terbuang.

Berdasarkan hal
tersebut, penggunaan alkohol (sebagai zat aditif) adalah kritis secara
terus-menerus terhadap jantung. Hal ini diawali dengan berdebarnya detak
jantung dan sampai pada tahapan berikutnya, sakit; penurunan stamina tubuh pada
kerja pompa darah, kemudian pembengkakan jantung, munculnya dis-fungsi jantung.
Dan informasi yang diperoleh dari percobaan terhadap sejumlah anjing menguatkan
data kami ini, dimana kami telah memberi makan 7 anjing tersebut secara paralel
5 kebutuhan anjing tersebut akan energi panas melalui alkohol selama 18 bulan.
Maka, terjadilah dis-fungsi/penurunan yang sangat jelas pada jumlah yang
terbuang dari organ perut bagian kiri, dan pada kekuatan tulang biseps. Adapun
pembengkakan pada organ perut dan inflamasi ataupun perubahan pada keduanya,
maka hal itu tidak terjadi, dan terjadinya penurunan potassium dengan adanya
catatan pada biseps jantung anjing (64, dimana sebelumnya 72).

Berdasarkan
hal tersebut, pengunaan alkohol dengan dosis apapun dan dalam kondisi apapun
bukan hanya mempengaruhi aqidah saja, bahkan berdampak kepada jantung dengan
dampak yang sangat berbahaya.

Sesungguhnya
hukum pengharaman di dalam Islam adalah sesuatu yang sudah dogmatis dan
terbatas yang tidak ada porsi sedikitpun untuk meragukannya atau
mengingkarinya. Sikap Islam terhadap penggunaannya minuman beralkohol dalam
dosis kecil adalah sangat jelas yang tidak perlu penjelasan tambahan,
sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits Rasulullah. Adapun orang-orang kafir
dan kalangan pendosa, mereka mengikuti kaidah-kaidah mereka dari aspek
kemanusiaan dan medik untuk melegalkan penggunaan alkohol dalam dosis rendah…
Maka mereka akhirnya menyangka bahwa dosis rendah tidak akan berdampak secara
signifikan, tidak jadi haram, dan tidak membahayakan tubuh. Dari hal ini pun
akhirnya dimungkinkan penggunaan alkohol dalam dosis sedang untuk tujuan-tujuan
medik.

Oleh karena
itu, dipandang perlu bahwa kita dalam setiap moment selalu mengedepankan ilmu
dan dalil untuk memuaskan mereka-mereka yang tidak yakin dengan asas komitmen
dalam kita bertahkim dengan hukum ilahi.

 

Kirim friendster blog via email

Weblogs No Comments »

Hebat euy ada fasilitas kirim friendster blog via email……

 

So bisa lebih mobile mengupdate blog gw :)

 

Regards,

 

Firmansyah

Kenapa Aku Hidup?

Religion No Comments »

Ditulis pada Mei 25,
2008 oleh bangnawi

Kehidupan ini seperti
air yang mengalir. Mengalir sampai titik batas akhir dia mengalir. Sebagian
orang hanya sekedar mengikuti arus kehidupan ini tanpa tahu untuk apa
semestinya dia dilahirkan di muka bumi ini. Mereka hanya mengalir, mengalir dan
mengalir. Sampai ketika mereka sampai pada muara kehidupan masing-masing, aliran
itupun berhenti seiring dengan hembusan nafas terakhir tanpa dia mengerti
kenapa aku diciptakan.

Sebagian yang lain
mulai bertanya-tanya. Seiring dengan berkembangnya organ berpikir, dia pun
bertanya-tanya, kenapa aku berada di sini mengalir bersama yang lainnya. Pasti
ada hikmah sehingga Tuhan menciptakan dia bersama-sama orang yang mengalir
tadi. Suatu proses berpikir yang menunjukkan kelebihan seorang manusia
dibandingkan ciptaan Allah yang lain.

Proses pencarian pun
dimulailah. Dengan cara yang macam-macam sesuai perkiraannya bahwa ini adalah
cara yang paling tepat untuk mencari jati dirinya sebagai manusia.

Berhasilkah mereka?
Yang jelas, sebagian mereka telah berhasil menemukan jati dirinya sebagai
manusia. Jati diri hakiki yang memang karena itulah dia ada. Jati diri yang
mereka temukan ketika mereka mencarinya dengan mengembalikannya kepada Dzat
yang telah menciptakan mereka, Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka dapatkan dari
kalam Dzat Yang Maha Pencipta ini, Dia berkata:

“Apakah
manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan begitu saja?” (Al Qiyamah 36)

Begitu juga mereka
mendapatkan Dzat Yang Menciptakan Mereka ini berkata :

“Apakah
kalian mengira bahwa Kami menciptakan kalian ini sia-sia belaka dan kalian
mengira bahwa kalian tidak kembali kepada Kami?” (Al Mu’minun 115)

Hmm, benar ya Rabb.
Tidak mungkin Engkau menciptakan kami dalam keadaan sia-sia. Tidak mungkin
Engkau menciptakan kami begitu saja tanpa adanya tujuan yang sangat mulia.

Apakah tujuan
tersebut?

Kembali kita merujuk
kepada kalamnya Rabb kita :

“Dan
tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali dengan tujuan agar mereka
beribadah kepadaku saja” (Adz Dzariyat 56).

Ooo, ternyata itu
tho? Ternyata sederhana sekali ya jawabannya. Ibadah. Cape-cape nyari, ternyata
jawabannya sudah ada. Gak pake’ banyak teori lagi. Dari sumber yang sangat
jelas. Tidak diragukan kebenarannya. Karena ini adalah perkataan Dzat yang
telah menciptakan kita. Yang sudah pasti kebenarannya. Yang sudah pasti bahwa
Dia lebih tahu tentang makhluk ciptaannya.

Alhamdulillah,
ternyata ketemu jawabannya. Kan tiap hari kita juga sudah ibadah. Minimal kan,
sholat 5 waktu gak lupa. Ramadhan udah mesti puasa. Ini juga lagi nabung buat
bisa naek haji. Berarti apa yang kita jalankan sudah sesuai dengan tujuan kita
diciptakan.

O ya?

Demikiankah?

Coba perhatikan lagi
deh ayatnya.

“Tidaklah
aku menciptakan jin dan manusia kecuali dengan tujuan agar mereka beribadah
kepadaku saja” (Adz Dzariyat 56).

Ibadah itu tujuan
hidup. Bukan sampingan. Ibadah itu kebutuhan primer. Bukan sekunder. Bahkan
lebih primer dibandingkan dibandingkan pangan, sandang, papan. Allah tidak
menyebutkan bahwa tujuan Dia menciptakan jin dan manusia adalah agar mereka
makan, berpakaian, atau pun bisa bertempat tinggal. Cuma satu tujuan yang Dia
sebutkan. Ibadah.

Begitu juga Allah
Ta’ala tidaklah mengutus para Rasulnya kepada umatnya masing-masing, kecuali
dengan seruan agar umat mereka beribadah kepada Allah semata. Kecuali
mengajarkan bagaimana agar umat bisa beribadah dengan ibadah yang benar kepada
Allah. Nabi Nuh ‘alaihi salam berkata kepada kaumnya:

“Beribadahlah
kalian kepada Allah saja. Tidak ada yang patut diibadahi selain Allah”(Al A’raf
59)

Begitu juga halnya
dengan Nabi Hud, Sholeh, Syu’aib, dan yang lainnya ‘alaihim assalam kepada kaum
mereka masing-masing.

Allah Ta’ala
berfirman:

"Dan
sungguh telah kami utus kepada setiap umat ini seorang rasul, (mereka
menyerukan kepada kaumnya) “Beribadahlah kalian kepada Allah, dan jauhilah
thogut.”(An Nahl 36)

Dan Allah Ta’ala
berfirman:

“Dan
tidaklah Kami mengutus seorang rasulpun sebelum engkau kecuali Kami wahyukan
kepadanya bahwasanya tidak ada yang berhak untuk diibadahi kecuali diriKu maka
beribadahlah kepadaku” (Al Anbiya’ 25)

Perhatikanlah
ayat-ayat di atas!

Allah telah
menjelaskan bahwa dia tidaklah menciptakan manusia ini dalam keadaan sia-sia.
Allah telah menjelaskan tujuan penciptaan jin dan manusia ini untuk agar mereka
beribadah kepada Allah. Allah juga menjelaskan bahwasanya Dia mengutus rasul-rasulNya
untuk mengajari umatnya bagaimana mereka bisa beribadah dengan baik dan benar.
Mereka mengajari umatnya bagaimana merealisasikan tujuan asal dari penciptaan
mereka.

Sekarang, kita tanya
pada diri kita sendiri, sadarkah diriku tentang kenapa aku diciptakan Allah di
muka bumi ini?

Kenapa Allah ciptakan
aku sebagai bagian dari anak manusia?

Sudahkah diriku
mewujudkan dan merealisasikan tujuan ini?

Tidak! Tidak!
Aku tidak bertanya apakah aku sudah beribadah atau belum?

Semua orang akan
menjawab dia telah beribadah. Tapi aku bertanya apakah aku sudah menjadikan
ibadah tersebut benar-benar sebagai tujuan hidupku?

Sudahkah
aku menghitung setiap waktu, setiap menit dan detik, setiap nafas yang
berhembus, setiap detak jantung, dan setiap denyut nadiku sebagai suatu ibadah
kepada Allah Ta’ala?

La haula walaa
quwwata illa billah.

sumber
:
http://oaseilmu.wordpress.com/

Hiburan yang Melalaikan

Religion No Comments »

Oleh: Asril MT
 
"Nyanyian
dan permainan hiburan yang melalaikan menumbuhkan kemunafikan dalam hati,
bagaikan air menumbuhkan rerumputan. Demi yang jiwaku dalam genggaman-Nya,
sesungguhnya Alquran dan dzikir menumbuhkan keimanan dalam hati sebagaimana air
menumbuhkan rerumputan." (HR Ad-Dailami)

Di era globalisasi
kini, arus informasi mengalir sedemikian derasnya seakan tak terbendung.
Berbagai jenis hiburan pun ada. Televisi dan radio menayangkan setiap saat.
Semuanya diserahkan kepada kita untuk memilih dan memilah. Sayangnya tak semua
orang bisa melaksanakannya. Sebagian besar anak-anak dan orang tua –terutama
kaum ibu– menghabiskan waktu di depan layar kaca. Sementara waktu untuk
belajar dan menambah keimanan jauh lebih sedikit.

Islam tidak melarang
orang untuk bersenang-senang asalkan sesuai porsinya, memberikan nilai tambah
dan manfaat. Apabila hiburan yang melalaikan terlalu sering kita nikmati maka
tidaklah mengherankan jika kemunafikan tumbuh subur. Sangat sayang bila waktu
dibuang-buang hanya untuk hiburan yang melalaikan.

Allah SWT berfirman:
"Demi
masa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang yang beriman
dan beramal shaleh. Dan saling menasihati dalam kebenaran serta saling
menasihati dalam kesabaran."

(QS
Al-Ashr: 1-3).

Dalam ayat yang lain
Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya
beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam
shalatnya dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan)
yang tiada berguna." (QS Al-Mu’minuun: 1-3).

Marilah kita
introspeksi, apakah kita rela membuat anak kita bahkan diri kita menjadikan
tontonan sebagai tuntunan. Sementara tuntunan sejati yang membawa keselamatan
yakni Al-Qur’an dan Assunnah kita jadikan tontonan dan ditinggalkan.

"Sesungguhnya
pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta
pertanggungjawabannya." (QS Al-Isra’: 36).
 

Beramallah Semaksimal Yang Kamu Mampu…

Religion No Comments »
Beramallah Semaksimal Yang Kamu
Mampu…

Apabila kita ingin memiliki hati yang
bening, jagalah keberlangsungan amal saleh sekecil apapun amal tersebut.
Misalnya, kalau kita suka rawatib, lakukan terus sesibuk apapun, kalau kita
biasa pergi ke majelis ta’lim, kerjakan terus walau pekerjaan kita menumpuk.
Rasulullah saw bersabda,

"…Beramallah
semaksimal yang kamu mampu, karena Allah tidak akan bosan sebelum kamu bosan,
dan sesungguhnya amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang kontinyu
(terus-menerus) walaupun sedikit." (H.R. Bukhari)

Jangan anggap enteng amal yang telah kita kerjakan dengan tulus dan
hati yang murni, dengan tujuan hanya ridha Allah semata. Sekecil apapun amal
yang telah dipersembahkan kepada Allah dan manusia, semuanya adalah kebaikan
yang diangkat kepada Allah dan menjadi kemuliaan diri kita disisi Allah
SWT.

Kadang-kadang amal kebaikan yang kecil, yang kita anggap enteng,
akan memberi kehormatan besar dan memberi keselamatan bagi kebaikan manusia.
Kadang-kadang pula amal yang kita banggakan dan sangat banyak, apalagi menjadi
sebutan orang-orang, bisa jadi tidak memberi manfaat, dan kadang-kadang pula
menjadi fitnah.

Ada satu kisah menarik yang perlu kita perhatikan, karena
didalamnya ada pelajaran yang berharga yang harus kita renungkan. Kisah ini
adalah kisahnya Ummu Mahjan.

Ummu Mahjan adalah seorang wanita yang tak
pernah mengeluh. Beliau seorang wanita yang berkulit hitam, dipanggil dengan
nama Ummu Mahjan telah disebutkan didalam Ash-Shahih tanpa menyebutkan nama
aslinya, beliau berdomisili di Madinah.(lihat Ibnu Sa’ad dalam Ath-Thabaqat
8/414)

Beliau adalah seorang wanita miskin yang memiliki tubuh yang
lemah. Beliau menyadari bahwa dirinya memiliki kewajiban terhadap akidahnya dan
masyarakat islam, lantas apa yang bisa dia lakukan padahal beliau adalah seorang
wanita yang tua dan lemah? Akan tetapi beliau sedikitpun tidak bimbang dan ragu,
dan tidak menyisakan sedikitpun rasa putus asa dalam hatinya. Dan rasa putus asa
adalah jalan yang tidak dikenal dihati orang-orang yang beriman.

Beliau
bahkan tak mau tertinggal dalam membela Islam. Memang, ia tak bisa berbuat
seperti layaknya para shohabiyah yang lain. Ia tidak punya harta untuk
diinfakkan. Ia-pun tak memiliki tenaga untuk pergi ke medan jihad. Tapi ia tak
pernah mau ketinggalan dalam beramal. Ia ingin dirinya dikenang oleh Rasulullah.
Maka dengan segenap semangat dan sisa tenaga yang ia miliki. Ia melakukan
pekerjaan itu. Suatu pekerjaan yang tidak dilirik oleh orang lain, yaitu membersihkan mesjid Rasulullah. Tiap
hari beliau membersihkannya, sampai akhir hayatnya

Dan kegigihan Ummu
Mahjan pun memperoleh hasil. Malam itu seusai shalat Isya, Ummu Mahjan ra.
dipanggil menghadap Sang Maha Pencipta dengan penuh keridhaan dan diridhai.
Rasulullah merasa bersedih dan kehilangan dengan kematiannya. Wanita miskin itu
begitu lekat dalam ingatan beliau. Setiap hari wanita beruban itu bekerja keras
membersihkan mesjid. Sehingga rumah Allah itu benar-benar menjadi tempat yang
nyaman untuk beribadah dan bermusyawarah.

Wanita tua berkulit hitam itu
memang bukan seorang pahlawan, tetapi sejarah telah mengukir namanya dengan
tinta emas, meski nama aslinya tidak pernah dikenal orang. Ummu Mahjan adalah
contoh dari orang yang mampu berbuat seadanya tetapi memperoleh kemuliaan dari
ketekunannya dengan apa yang ia lakukan. Ia isi kehidupannya -hari demi hari
dengan penuh keberkahan- sampai akhir hayatnya dengan sebuah pekerjaan yang
sederhana. Rasulullah SAW bersabda,

"Sesungguhnya amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang kontinyu
(terus-menerus) walaupun sedikit." (H.R. Bukhari)

Jadi, apa yang harus kita tunggu.. ayo, beramallah…
"beramallah semaksimal yang kamu mampu, karena
Allah tidak akan bosan sebelum kamu bosan
"

Nabi SAW
bersabda, "Jangan meremehkan kebaikan yang
sedikit, walaupun hanya dengan senyuman di wajah ketika engkau bertemu dengan
saudaramu." (HR. Muslim)

Dan di riwayat yang lain
Rasulullah SAW bersabda,
"Bagi setiap
jiwa, pada setiap hari ketika matahari terbit, ada keharusan untuk bersedekah
bagi jiwa itu." Seorang sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, darimana aku
bersedekah sedang aku tidak punya harta?" Rasulullah menjelaskan, "Sesungguhnya
termasuk dari dalam pintu-pintu sedekah adalah mengucapkan takbir, tasbih,
membaca alhamdulillah, mengucapkan laa ilaaha illallaah, beristighfar kepada
Allah, menyuruh kepada yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, menjauhkan duri
dan bebatuan dari jalan orang-orang, menuntun orang buta, mengajari serta
memahami orang yang tuli serta bisu hingga mengerti, menunjukkan pencari suatu
kebutuhan yang engkau tahu dimana tempat apa yang dibutuhkannya itu, atau engkau
segera bergegas dengan segenap kakimu
untuk menolong mereka yang meminta
pertolongan, atau dengan kekuatan lenganmu engkau mengentaskan orang-orang
lemah, itu semua adalah termasuk dari pintu-pintu sedekah darimu untuk dirimu."
(HR. Ahmad, Nasa’i dan Ibnu Hiban)

Wallahu A’lam

Sumber: http://www.jkmhal.com/main.php?sec=content&cat=8&id=8072


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in