Kemanakah Kita Akan Pergi?
Religion No Comments »<!–
/* Font Definitions */
@font-face
{font-family:"Cambria Math";
panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;
mso-font-charset:1;
mso-generic-font-family:roman;
mso-font-format:other;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}
@font-face
{font-family:Calibri;
panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;
mso-font-charset:0;
mso-generic-font-family:swiss;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-unhide:no;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
margin:0in;
margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:12.0pt;
font-family:"Times New Roman","serif";
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;}
.MsoChpDefault
{mso-style-type:export-only;
mso-default-props:yes;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
@page Section1
{size:8.5in 11.0in;
margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;
mso-header-margin:.5in;
mso-footer-margin:.5in;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
–>
Ust. Abdul Hakim
Manusia berjalan menuju Allah swt dengan dua jenis
perjalanan. Perjalanan qohri (ditetapkan oleh Allah) dan perjalanan ikhtiari
(dalam wilayah ikhtiar manusia). Perjalanan qohri adalah perpindahan manusia
dari satu alam ke alam lain dimulai dari alam dzur, kemudian alam rahim ibu,
alam dunia, alam barzakh dan yang terakhir adalah alam akhirat. Tidak ada yang
bisa menolak perjalanan jenis ini. Sedangkan perjalanan ikhtiari (dalam wilayah
ikhtiar) adalah perjalanan ruh, akal, hati dan jiwa mendekat kepada Allah
Ta’ala dengan menempuh berbagai jenjang maqomat (stasiun spiritual) dan ahwal
(keadaan spiritual) dengan iman, ilmu dan amal. Perjalanan ini adalah pilihan
kita untuk menempuhnya atau tidak menempuhnya.
Perlu kita perhatikan bahwa perjalanan jenis yang
terakhir ini, ikhtiari, dapat menjadi penakar kadar kepintaran, kekayaan,
kedewasaan bahkan harga diri seseorang. Meskipun tahu segala ilmu, kita tetap
saja bodoh selama belum mengenal Yang Maha Mengetahui. Meskipun memiliki harta
sepenuh bumi, kita tetap saja miskin selama belum merasa kaya dengan Yang Maha
Memiliki. Meski rambut sudah memutih, kita tetap anak-anak sebelum berani
terjun dalam perang menentang hawa nafsu dan setan. Meski sudah berhasil
mendatangi berbagai tempat di penjuru bumi, kita sebenarnya belum pergi
kemana-mana kalau belum bisa mendatangi hadirat suci Allah Ta’ala.
Seekor sapi ditakar harganya dengan berat dagingnya.
Seekor perkutut dapat mengalahkan harga sapi bukan karena beratnya daging tetapi
karena keindahan suara. Sebutir merah delima yang hanya beberapa gram saja
dapat melampau harga sapi dan perkutut karena keindahan warnanya. Berapa harga
kita di hadapan Allah? Daging dan tulang tubuh kita akan habis dimakan tanah.
Harta akan kita tinggalkan atau meninggalkan kita. Semua yang sirna tidak dapat
dijadikan takaran bagi yang suatu abadi. Kita tidak ditakar dari kegantengan,
kecantikan dan kekayaan, kita ditakar dari keadaan hati dan amal-amal kita.
Sabda Nabi SAW :
"
Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Ia melihat hati
dan amal kalian." (HR.Muslim dari Abu Hurairah ra)
Tidak ada seorang pun yang berselera membeli bangkai
meskipun dengan harga rendah. Demikian juga dengan hati yang mati, tidak ada
nilainya sama sekali dihadapan Allah Ta’ala. Meskipun jasad hidup, kita tetap
saja disebut mayat selama hati tidak dawam mengingat Allah. Bersabda SAW :
"Perumpamaan orang yang ingat pada Tuhannya dan
yang tidak ingat pada Tuhannya seperti perumpamaan orang hidup dan orang
mati." (HR. Bukhari dari Abu Musa ra)
Kedewasaan jasmani ditandai perubahan pada organ
tertentu, kedewasaan ruhani ditandai perubahan pada hati. Ketika jasmani dewasa
ia akan mencari pasangannya, ketika hati dewasa ia akan mencari Tuhannya. Jasmani
tumbuh bersama perubahan waktu, hati tumbuh karena mengutamakan Allah di atas
segala sesuatu.
"Maka
berlarilah kalian menuju Allah…" (QS.al-Dzâriyât: 50)