Oleh: Asril MT
 
"Nyanyian
dan permainan hiburan yang melalaikan menumbuhkan kemunafikan dalam hati,
bagaikan air menumbuhkan rerumputan. Demi yang jiwaku dalam genggaman-Nya,
sesungguhnya Alquran dan dzikir menumbuhkan keimanan dalam hati sebagaimana air
menumbuhkan rerumputan." (HR Ad-Dailami)

Di era globalisasi
kini, arus informasi mengalir sedemikian derasnya seakan tak terbendung.
Berbagai jenis hiburan pun ada. Televisi dan radio menayangkan setiap saat.
Semuanya diserahkan kepada kita untuk memilih dan memilah. Sayangnya tak semua
orang bisa melaksanakannya. Sebagian besar anak-anak dan orang tua –terutama
kaum ibu– menghabiskan waktu di depan layar kaca. Sementara waktu untuk
belajar dan menambah keimanan jauh lebih sedikit.

Islam tidak melarang
orang untuk bersenang-senang asalkan sesuai porsinya, memberikan nilai tambah
dan manfaat. Apabila hiburan yang melalaikan terlalu sering kita nikmati maka
tidaklah mengherankan jika kemunafikan tumbuh subur. Sangat sayang bila waktu
dibuang-buang hanya untuk hiburan yang melalaikan.

Allah SWT berfirman:
"Demi
masa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang yang beriman
dan beramal shaleh. Dan saling menasihati dalam kebenaran serta saling
menasihati dalam kesabaran."

(QS
Al-Ashr: 1-3).

Dalam ayat yang lain
Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya
beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam
shalatnya dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan)
yang tiada berguna." (QS Al-Mu’minuun: 1-3).

Marilah kita
introspeksi, apakah kita rela membuat anak kita bahkan diri kita menjadikan
tontonan sebagai tuntunan. Sementara tuntunan sejati yang membawa keselamatan
yakni Al-Qur’an dan Assunnah kita jadikan tontonan dan ditinggalkan.

"Sesungguhnya
pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta
pertanggungjawabannya." (QS Al-Isra’: 36).