Ternyata Ayah Itu Menakjubkan!

Uncategorized No Comments »

—–Berikut adalah Pesan dalam Pesan—–

Ternyata Ayah Itu Menakjubkan!

Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun - dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.

Ayah hanya menyuruhmu mengerjakan pekerjaan yang kamu sukai.

Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.

Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.

Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi memancing sebenarnya lebih menyenangkan.

Ayah akan tetap memasang kereta api listrik mainanmu selama bertahun-tahun, meskipun kamu telah bosan, karena ia tetap ingin kamu main kereta api itu.

Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka.karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.

Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu) , tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.

Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti mengapung di atas air setelah ia melepaskanya.

Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.

Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak lucu dan menyayangi.

Ayah sulit menghadapi rambutnya yang mulai menipis….jadi dia menyalahkan tukang cukurnya menggunting terlalu banyak di puncak kepala (*_~).

Ayah akan selalu memelihara janggut lebatnya, meski telah memutih, agar kau bisa “melihat” para malaikat bergelantungan di sana dan agar kau selalu bisa mengenalinya.

Ayah selalu senang membantumu menyelesaikan PR, kecuali PR matematika terbaru.

Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup.

Ayah benar-benar senang membantu seseorang… tapi ia sukar meminta bantuan.

Ayah terlalu lama menunda untuk membawa mobil ke bengkel, karena ia merasa dapat memperbaiki sendiri segalanya.

Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?… .mmmmhhh…” tidak terlalu mengecewakan” (^_~). Ayah akan sesumbar, bahwa dirinyalah satu- satunya dalam keluarga yang dapat memasak tumis kangkung rasa barbecue grill. (*_~).

Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat.

Ayah sangat senang kalau seluruh keluarga berkumpul untuk makan malam…walaupun harus makan dalam remangnya lilin karena lampu mati.

Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.

Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat.

Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.

Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya.

Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menunggumu di depan rumah dengan sepeda tuanya, untuk mengantarkanmu dihari pertama masuk sekolah

AYAH ITU MURAH HATI….. Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang

kamu butuhkan…. .

Ia membiarkan orang-orangan sawahmu memakai sweater kesayangannya. ….

Ia membelikanmu lollipop merk baru yang kamu inginkan, dan ia akan menghabiskannya kalau kamu tidak suka…..

Ia menghentikan apasaja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara…

Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya….

Bahkan dia akan senang hati mendengarkan nasehatmu untuk menghentikan kebiasaan merokoknya.. ..

Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu….

Ayah akan berkata “tanyakan saja pada ibumu” ketika ia ingin berkata “tidak”.

Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin

Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepregok menghisap rokok dikamar mandi.

Ayah mengatakan “tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan”

Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu persis seperti caranya….

Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri….

Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.

Ayah mengira seratus adalah tip..; Seribu adalah uang saku..; Gaji pertamamu terlalu besar untuknya…

Ayah tidak suka meneteskan air mata …. ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya, dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis). Ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu…ketika kau mimpi akan dibunuh monster… tapi…..ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.

Kalau tidak salah ayah pernah berkata :” kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu,jika kau ingin mendapatkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya”

Untuk masadepan anak lelakinya Ayah berpesan: “jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu”

Dan Untuk masadepan anak gadisnya ayah berpesan: “jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu”

Ayah bersikeras,bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu….

Ayah bisa membuatmu percaya diri… karena ia percaya padamu…

Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik….

Dan terpenting adalah… Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Tuhan, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya.

Dan untuk semua yang sedang merindukan Ayah,

ssssssssttt. ..! Tau gak siii? Ternyata ayah itu benar-benar MENAKJUBKAN

Sumber : Unknown (Tidak Diketahui)

Infak dari Harta Terbaik

Uncategorized No Comments »
Ustad Boby Heriwibowo - detikRamadan

Jakarta - Tersebut dalam kitab Min Qashas Al Mutashaddiqin karya Khalid bin Nasir Asaf edisi terjemah kisah diturunkannya ayat berikut:

وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَاء وَلَا شُكُورًا إِنَّا نَخَافُ مِن رَّبِّنَا يَوْمًا عَبُوسًا قَمْطَرِيرًا

“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharap keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan.” (QS. 76: 8-10)

Kisah tersebut adalah sebagai berikut; Kedua anak sayidina Ali bin Abi Thalib jatuh sakit. Saat menjenguk bersama Rasulullah Saw, Umar bin Khattab berkata kepada Ali Ra, “Mengapa engkau tidak bernazar saja untuk kesembuhan anakmu, wahai Ali?” Atas pendapat itu Ali Ra terinspirasi. Ia pun bernazar yang diikuti oleh Fathimah istrinya. Hasan dan Husein, anaknya dan Faddoh, pembantunya. Mereka semua bernazar puasa karena Allah Swt selama 3 hari bila diberi kesembuhan atas penyakit yang diderita Hasan dan Husein.

Rupanya Allah Swt mengabulkan nazar mereka. Hasan dan Husein sembuh. Maka mereka sekeluarga pun berpuasa selama 3 hari untuk memenuhi nazar.

Pada hari pertama saat hendak ifthar (berbuka), tiada yang mereka siapkan untuk dimakan selain hanya sepotong roti untuk 5 orang. Hanya makanan itulah yang bisa didapat oleh Ali Ra sebagai kepala keluarga. Namun saat mereka baru saja hendak melahapnya, maka tiba-tiba terdengar suara orang yang mengucapkan salam dari balik pintu. Ali menjawab salam kemudian bangkit untuk menemui orang tersebut.

Rupanya, ada seorang miskin yang menyatakan bahwa dirinya lapar. Tiada makanan yang ia konsumsi beberapa hari terakhir. Ia datang memohon kemurahan hati. Sebagai manusia, Ali Ra bimbang untuk memutuskan. Ia tahu bahwa keluarganya juga lapar karena telah berpuasa seharian, sementara manusia asing yang miskin ini mungkin lebih lapar dari mereka. Ali Ra pun masuk ke dalam. Ia sampaikan kondisi dan penderitaan orang miskin tadi kepada keluarganya. Dengan hati lapang, mereka semua memberikan sepotong roti yang hendak mereka makan kepada orang miskin itu. Tinggallah mereka semua, hanya berbuka dengan beberapa teguk air putih saja, dan pada malamnya mereka semua kelaparan.

Pada hari kedua, juga pada saat berbuka, hanyalah sepotong roti yang tersedia bagi keluarga yang lapar itu. Roti itu baru saja hendak disorongkan ke mulut mereka. Lalu terdengarlah ucapan salam dari mulut seorang bocah di balik pintu rumah mereka. Ali Ra pun bangkit lalu pergi ke sumber suara. Di sana ia menjumpai seorang bocah yang mengaku yatim dan berkata bahwa dirinya lapar karena ia tidak memiliki orang tua yang memberinya makan. Hati Ali Ra terenyuh mendengarnya, namun ia sadar bahwa keluarganya pun lapar. Mungkin Allah Swt telah memberikan ketetapan hati pada keluarga itu. Roti yang hampir disorongkan ke mulut tadi, akhirnya pun diberikan kepada bocah yatim yang malang itu. Malam kedua, mereka pun merasakan rasa lapar yang bertambah berat.

Hari terakhir berpuasa untuk memenuhi nazar pun mereka jalankan. Kondisi tubuh sudah semakin parah. Perut melilit dan sering kali terasa perih. Namun sedikit pun mereka tiada mengeluh, bahkan mereka berharap ganjaran pahala berlebih dari Allah Swt Yang tiada pernah terpejam. Saat berbuka sudah dijelang, hanya sepotong roti yang hendak mereka santap berlima. Kali itu, pintu pun diketuk dan ucapan salam terdengar.

Hati mereka was-was karena sudah begitu lapar. Sekali lagi Ali Ra bangkit dan pergi ke luar. Di sana ia temui, ada seorang tawanan yang baru saja dilepaskan. Seperti tawanan lainnya, ia selalu disiksa dan tidak diberi makan. Ia datang dengan perawakan kurus kering, wajah lusuh dan hampir ambruk karena tidak bertenaga. Ali Ra pun merasakan penderitaannya. Sejurus ia pergi ke dalam, ia sampaikan kondisi manusia malang itu. Dengan sukarela mereka sekeluarga mengikhlaskan roti yang hendak mereka santap. Malam itu pun mereka lalui dengan rasa lapar yang menggila.

Namun, mereka sekeluarga telah memenangkan perjuangan. Ya, perjuangan! Demi mendapatkan kecintaan dan keridhaan Allah Swt sehingga mereka semua dikenang dan diabadikan dalam kitab suci yang dibaca oleh milyaran manusia. Dialah keluarga Ali Ra yang termaktub dalam surat Al Insan ayat 8-10 di atas. Itulah kisah keluarga yang mampu berinfak dari harta terbaik yang mereka miliki sehingga mengundang kekaguman Sang Khalik.

Kisah lain terjadi pada awal Desember 2005. Seorang pria siang itu hendak kembali ke Jakarta. Ia baru saja menyelesaikan urusannya di Bandung. Siang itu ia memilih lewat jalan tol Padalarang. Saat baru saja masuk tol, perutnya terasa lapar. Terbayang di benaknya, bahwa ia akan mampir di sebuah restoran yang berada di tempat peristirahatan tol.

Mobil itu diparkirkan. Ia masuk ke dalam. Setelah memilih meja yang kosong, ia pun duduk di sana. Makanan yang enak baru saja ia pesan kepada salah seorang pelayan. Sambil menunggu makanan yang dipesan, tiba-tiba datanglah seorang bocah menghampiri dan berkata, “Bang… apakah abang mau beli kue saya ini?!” Tangan bocah itu masuk ke dalam bakul seolah hendak memperlihatkan apa yang ia jual.

Pria ini lalu menyusul dengan sebuah kalimat sebelum bocah itu memperlihatkan dagangannya, “Dek… abang baru saja pesan makanan. Kalo abang makan kue adik, nanti makannya tidak lahap. Nanti saja ya, Dik!” Si bocah penjual kue itu tahu bahwa jualannya ditolak. Ia pun beringsut pergi. Ia hampiri setiap orang yang ada di rumah makan itu. Dengan sopan, ia menawarkan jajaannya.

Makanan sudah disantap dengan lahap oleh pria itu. Sebatang rokok tengah diisap mendalam, lalu kemudian ia kepulkan dengan kenikmatan yang tak tergambarkan. Sejurus kemudian, sang bocah penjual kue datang menyapa, “Bang, enak ya makannya. Mungkin abang masih belum kenyang… silakan cicipi kue saya!” Kali ini si bocah menunjukkan dua kue terenak yang dimilikinya. Dengan enteng pria ini menjawab dengan sopan, “Dek… abang sudah kenyang. Kayaknya udah nggak muat lagi nih perut. Maaf ya, Dik!” untuk kedua kalinya tawaran itu pun ditolak.

Setelah puas menikmati rokok, pria itu bangkit. Ia pergi menuju kasir dan membayar semua apa yang ia nikmati di restoran itu. Setelah itu, ia pun kembali ke mobilnya untuk melanjutkan perjalanan.

Pintu mobil baru saja ditutup, pria itu menunduk untuk memasukkan kunci ke tempat starter. Belum lagi mobil tersebut dioperasikan, kemudian terdengar suara… Duk..duk..duk! kaca mobil rupanya ada yang mengetuk. Pria itu kemudian menurunkan jendela. Rupanya bocah penjaja kue yang datang. Bocah itu berkata, “Bang… kalo abang sudah kenyang, mungkin abang mau bawa oleh-oleh untuk keluarga di rumah. Kue saya ini enak lho, Bang!”

Bocah itu mengatakannya dengan penuh semangat pantang surut. Demi melihat kegigihan itu, pria tersebut lalu mengambil dompet yang terletak di antara dashboard mobilnya. Ia pun mengambil selembar uang dua puluh ribuan. Uang itu kemudian ia berikan sambil berkata, “Dek…. nih buat kamu. Abang dah kenyang dan gak perlu kue itu. Simpan ya… atau ditabung!” Setelah menerima uang itu, bocah tersebut mengucap terima kasih kemudian ia pun pergi.

Mobil berjalan mundur untuk keluar dari pelataran parkir. Pria itu membalikkan punggungnya. Ia tidak terlalu percaya kepada 3 spion  yang ada dalam mobilnya. Saat kepala memutar ke arah belakang… dan ketika ia masih mengeluarkan mobilnya. Ujung matanya memperhatikan bocah penjaja kue itu menghampiri seorang pria buta yang duduk bersimpuh di depan pintu masuk restoran.

Ujung mata itu masih tetap mengikuti, hingga akhirnya terbelalak sesaat ketika bocah itu memberikan lembaran uang dua puluh ribuan kepada pengemis buta tadi. Demi melihat kejadian itu, mesin mobil pun dimatikan dan pria itu kemudian turun menghampiri bocah penjual kue.

“Dek… kemari cepat!” pria itu menyuruh dengan nada agak meninggi. Bocah penjaja kue pun dengan sigap menghampiri. “Ada apa, bang?” ia bertanya. “Uang itu abang berikan untuk kamu. Kenapa kau berikan untuk orang lain?!” si pria bertanya keheranan atas sikap yang telah dilakukan bocah.

“Bang…. uang itu terlalu banyak untuk saya. Emak di rumah pasti bakal marah kalau dia tahu bahwa saya punya duit banyak sementara dagangan nggak laku… Dia pasti mengira kalau gak mencuri pasti saya mengemis. Emak ngasih tahu saya bahwa pantang kami mengemis…!” bocah itu menjelaskan.

“Nah…, karena saya tahu bahwa ada yang lebih membutuhkan dan gak bisa berbuat apa-apa, makanya uang itu saya berikan kepada pengemis itu, Bang…. pantang bagi saya untuk mengemis, Bang!” anak itu menyudahi penjelasannya.

Seolah diceramahi dan dipertontonkan dengan sebuah kebijaksanaan yang tinggi, sang pria kemudian merasa paham lalu berkata, “Hmmm…. kalo begitu berapa kuemu yang tersisa, Dik?!” Anak itu kaget membelalakan mata kemudian berkata, “Emangnya abang mau beli kue saya?!” “Ya… abang mau beli semua! Hitung dan bungkus ya…!” pria itu menegaskan.

Dengan semangat ia hitung semua dagangannya. Kemudian setelah dibungkus, anak itu mengatakan, “Dua puluh tujuh ribu, bang! Saya korting jadi dua puluh lima ribu aja deh!” anak itu berkata sambil tersenyum.

Sang pria kemudian mengeluarkan uang sejumlah yang disebut. Kemudian memberikannya kepada anak itu sambil mengusapkan tangan di atas kepalanya. Pria itu kemudian masuk ke mobilnya. Ia hidupkan mesinnya sambil melempar senyum kepada bocah penjual kue tadi. Sejurus kemudian hilanglah mobil itu dari pandangan.

Sementara si anak berdiri kegirangan karena seluruh dagangannya habis terjual. Ia dapatkan uang sejumlah Rp 25 ribu, karena sebelumnya ia berhasil memberikan uang dua puluh ribu kepada pengemis. Infak dari harta terbaik akan mendatangkan pertolongan Allah Yang Maha Pemurah!!!(asy/asy)

Dasyatnya Sedekah by AA Gym

Religion No Comments »

Dimanakah letak kedahsyatan hamba-hamba Allah yang bersedekah? Dikisahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, sebagai berikut :

Tatkala Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptkana gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya? “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?”

Allah menjawab, “Ada, yaitu besi” (Kita mafhum bahwa gunung batu pun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi).

Para malaikat pun kembali bertanya, “Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada besi?”

Allah yang Mahasuci menjawab, “Ada, yaitu api” (Besi, bahkan baja bisa menjadi cair, lumer, dan mendidih setelah dibakar bara api).

Bertanya kembali para malaikat, “Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada api?”

Allah yang Mahaagung menjawab, “Ada, yaitu air” (Api membara sedahsyat apapun, niscaya akan padam jika disiram oleh air).

“Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?” Kembali bertanya para malaikta.

Allah yang Mahatinggi dan Mahasempurna menjawab, “Ada, yaitu angin” (Air di samudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung, dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tersimbah dan menghempas karang, atau mengombang-ambingkan kapal dan perahu yang tengah berlayar, tiada lain karena dahsyatnya kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat).

Akhirnya para malaikat pun bertanya lagi, “Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?”

Allah yang Mahagagah dan Mahadahsyat kehebatan-Nya menjawab, “Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya.”

Artinya, orang yang paling hebat, paling kuat, dan paling dahsyat adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih, tulus, dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain.

Inilah gambaran yang Allah berikan kepada kita bagaimana seorang hamba yang ternyata mempunyai kekuatan dahsyat adalah hamba yang bersedekah, tetapi tetap dalam kondisi ikhlas. Karena naluri dasar kita sebenarnya selalu rindu akan pujian, penghormatan, penghargaan, ucapan terima kasih, dan sebagainya. Kita pun selalu tergelitik untuk memamerkan segala apa yang ada pada diri kita ataupun segala apa yang bisa kita lakukan. Apalagi kalau yang ada pada diri kita atau yang tengah kita lakukan itu berupa kebaikan.

Karenanya, tidak usah heran, seorang hamba yang bersedekah dengan ikhlas adalah orang-orang yang mempunyai kekuatan dahsyat. Sungguh ia tidak akan kalah oleh aneka macam selera rendah, yaitu rindu pujian dan penghargaan.

Apalagi kedahsyatan seorang hamba yang bersedekah dengan ikhlas? Pada suatu hari datang kepada seorang ulama dua orang akhwat yang mengaku baru kembali dari kampung halamannya di kawasan Jawa Tengah. Keduanya kemudian bercerita mengenai sebuah kejadian luar biasa yang dialaminya ketika pulang kampung dengan naik bis antar kota beberapa hari sebelumnya. Di tengah perjalanan bis yang ditumpanginya terkena musibah, bertabrakan dengan dahsyatnya. Seluruh penumpang mengalami luka berat. Bahkan para penumpang yang duduk di kurs-kursi di dekatnya meninggal seketika dengan bersimbah darah. Dari seluruh penumpang tersebut hanya dua orang yang selamat, bahkan tidak terluka sedikit pun. Mereka itu, ya kedua akhwat itulah. Keduanya mengisahkan kejadian tersebut dengan menangis tersedu-sedu penuh syukur.

Mengapa mereka ditakdirkan Allah selamat tidak kurang suatu apa? Menurut pengakuan keduanya, ada dua amalan yang dikerjakan keduanya ketika itu, yakni ketika hendak berangkat mereka sempat bersedekah terlebih dahulu dan selama dalam perjalanan selalu melafazkan zikir.

Sahabat, tidaklah kita ragukan lagi, bahwa inilah sebagian dari fadhilah (keutamaan) bersedekah. Allah pasti menurunkan balasannya disaat-saat sangat dibutuhkan dengan jalan yang tidak pernah disangka-sangka.

Allah Azza wa Jalla adalah Zat yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada semua hamba-Nya. Bahkan kepada kita yang pada hampir setiap desah nafas selalu membangkang terhadap perintah-Nya pada hampir setiap gerak-gerik kita tercermin amalan yang dilarang-Nya, toh Dia tetap saja mengucurkan rahmat-Nya yang tiada terkira.

Segala amalan yang kita perbuat, amal baik ataupun amal buruk, semuanya akan terpulang kepada kita. Demikian juga jika kita berbicara soal harta yang kini ada dalam genggaman kita dan kerapkali membuat kita lalai dan alpa. Demi Allah, semua ini datangnya dari Allah yang Maha Pemberi Rizki dan Mahakaya. Dititipkan-Nya kepada kita tiada lain supaya kita bisa beramal dan bersedekah dengan sepenuh ke-ikhlas-an semata-mata karena Allah. Kemudian pastilah kita akan mendapatkan balasan pahala dari pada-Nya, baik ketika di dunia ini maupun saat menghadap-Nya kelak.

Dari pengalaman kongkrit kedua akhwat ataupun kutipan hadits seperti diuraikan di atas, dengan penuh kayakinan kita dapat menangkap bukti yang dijanjikan Allah SWT dan Rasul-Nya, bahwa sekecil apapun harta yang disedekahkan dengan ikhlas, niscaya akan tampak betapa dahsyat balasan dari-Nya.

Inilah barangkali kenapa Rasulullah menyerukan kepada para sahabatnya yang tengah bersiap pergi menuju medan perang Tabuk, agar mengeluarkan infaq dan sedekah. Apalagi pada saat itu Allah menurunkan ayat tentang sedekah kepada Rasulullah SAW, “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir; seratus biji Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui,” demikian firman-Nya (QS. Al-Baqarah [2] : 261).

Seruan Rasulullah itu disambut seketika oleh Abdurrahman bin Auf dengan menyerahkan empat ribu dirham seraya berkata, “Ya, Rasulullah. Harta milikku hanya delapan ribu dirham. Empat ribu dirham aku tahan untuk diri dan keluargaku, sedangkan empat ribu dirham lagi aku serahkan di jalan Allah.”

“Allah memberkahi apa yang engkau tahan dan apa yang engkau berikan,” jawab Rasulullah.

Kemudian datang sahabat lainnya, Usman bin Affan. “Ya, Rasulullah. Saya akan melengkapi peralatan dan pakaian bagi mereka yang belum mempunyainya,” ujarnya.

Adapun Ali bin Abi Thalib ketika itu hanya memiliki empat dirham. Ia pun segera menyedekahkan satu dirham waktu malam, satu dirham saat siang hari, satu dirham secara terang-terangan, dan satu dirham lagi secara diam-diam.

Mengapa para sahabat begitu antusias dan spontan menyambut seruan Rasulullah tersebut? Ini tiada lain karena yakin akan balasan yang berlipat ganda sebagaimana telah dijanjikan Allah dan Rasul-Nya. Medan perang adalah medan pertaruhan antara hidup dan mati. Kendati begitu para sahabat tidak ada yang mendambakan mati syahid di medan perang, karena mereka yakin apapun yang terjadi pasti akan sangat menguntungkan mereka. Sekiranya gugur di tangan musuh, surga Jannatu na’im telah siap menanti para hamba Allah yang selalu siap berjihad fii sabilillaah. Sedangkan andaikata selamat dapat kembali kepada keluarga pun, pastilah dengan membawa kemenangan bagi Islam, agama yang haq!

Lalu, apa kaitannya dengan memenuhi seruan untuk bersedekah? Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala dan pelipat ganda rizki; sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat. Masya Allah!

Sahabat, betapa dahsyatnya sedekah yang dikeluarkan di jalan Allah yang disertai dengan hati ikhlas, sampai-sampai Allah sendiri membuat perbandingan, sebagaimana tersurat dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, seperti yang dikemukakan di awal tulisan ini

NASIHAT BULAN RAMADHAN

Religion No Comments »

Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Berkenan dengan datangnya bulan Ramadhan, yang bulan itu sebagai musim ibadah dan ketaatan. Alangkah baiknya jika Anda berkenan memberikan nasihat kepada kaum muslimin berkaitan dengan hal ini. Semoga Allah Azza wa Jalla menjaga, menolong dan memberikan taufiq kepada Anda.

Jawaban
Sebuah kalimat yang saya tujukan kepada kaum muslimin, bahwasanya pada bulan ini terdapat tiga macam ibadah yang agung, yaitu zakat, puasa, dan qiyam (berdiri untuk shalat).

Pertama : Zakat
Kebanyakan manusia menunaikan zakatnya pada bulan ini. Menunaikan zakat dengan penuh amanah merupakan kewajiban setiap orang. Hendaknya seseorang merasa bahwa zakat merupakan ibadah dan sebagai salah satu kewajiban Islam. Dengan itu, ia bisa mendekatkan diri kepada Rabbnya dan melaksanakan salah satu dari rukun Islam yang agung. Membayar zakat bukan sebuah kerugian sebagaimana yang digambarkan syaitan.

Allah Azza wa Jalla berfirman.

“Artinya : Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir). Sedangkan Allah menjanjikan kepadamu ampunan dari-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lag Maha Mengetahui” [Al-Baqarah : 268]

Bahkan membayar zakat sebenarnya merupakan keuntungan. Karena Allah Azza wa Jalla telah berfirman.

“Artinya : Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir. Pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” [Al-Baqarah : 261]

“Artinya : Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka adalah seperti kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat. Maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat itu tidak menyiraminya, maka hujan gerimispun (telah cukup baginya). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.” [Al-Baqarah : 265]

Kemudian hendaknya seorang muslim mengeluarkan zakat yang wajib atasnya, baik dari harta yang sedikit maupun banyak. Selalu mengintropeksi diri dan tidak melalaikan setiap yang wajib dizakati, melainkan ia membayarkannya. Dengan demikian, dia akan terbebas dari tanggungan dan ancaman dahsyat, sebagaimana Allah Azza wa Jalla berfirman.

“Artinya : Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil terhadap harta-harta yang Allah berikan kepada mereka sebagai karunia-Nya itu menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sesungguhnya kebakhilan itu buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan di lehernya kelak pada hari Kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala urusan(yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” [Ali-Imran : 180]

Allah juga berfirman.

“Artinya : Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkan pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka, ‘Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu” [At-Taubah : 34-35]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Barangsiapa yang diberi harta oleh Allah Azza wa Jalla, lalu ia tidak menunaikan zakatnya, (maka) pada hari Kiamat hartanya dijelmakan menjadi seekor ular jantan aqra’ (yang putih kepalanya, karena banyaknya racun pada kepala itu) yang berbusa di dua sudut mulutnya. Ular itu dikalungkan (di lehernya) pada hari Kiamat. Ular itu mencengkeram dengan kedua rahangnya, lalu ular itu berkata, ‘Saya adalah hartamu, saya adalah simpananmu”.

Adapun ayat yang kedua, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menafsirkannya dengan bersabda.

“Artinya : Tidaklah pemilik emas dan perak yang tidak menunaikan haknya (yaitu zakat) melainkan pada hari Kiamat akan dijadikan lempengan-lempengan di neraka. Kemudian dipanaskan di dalam neraka Jahannam. Lalu dibakarlah dahi, lambung dan punggungnya. Tiap-tiap lempengan itu dingin kembali (dipanaskan dalam neraka Jahannam) untuk (menyiksa)nya. (Hal itu dilakukan pada hari Kiamat), yang satu hari sebanding dengan 50 ribu tahun, hingga diputuskan (hukuman) di antara seluruh hamba. Kemudian dia akan melihat (atau akan diperlihatkan) jalannya. Apakah dia menuju surga atau neraka.

Demikian juga wajib baginya untuk memberikan zakat kepada orang yang berhak menerimnya. Janganlah membayar zakat hanya sebagai kebiasaan atau dalam keadaan terpaksa. Dan dengan pembayaran zakat itu, (kemudian) tidak (berarti) menjadikan kewajiban-kewajiban selain zakat menjadi gugur. Sehingga dengan demikian, pembayaran zakat akan menjadi amalan yang diterima.

Kedua : Adapun Perkara Kedua Yang Dilakukan Kaum Muslimin Pada Bulan Ini, Ialah Puasa Ramadhan, Satu Diantara Rukun-Rukun Islam.
Adapun manfaat puasa, ialah sebagaimana telah disebutkan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Artinya : Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atasmu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.” [Al-Baqarah : 183]

Maka manfaat puasa yang sesungguhnya, ialah takwa kepada Allah Azza wa Jalla dengan cara melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi laranganNya. Sehingga manusia melaksanakan apa yang diwajibkan Allah Azza wa Jalla kepadanya, yaitu berupa bersuci dan shalat, serta menjauhi yang telah Allah Azza wa Jalla haramkan baginya, seperti berdusta, menggunjing, dan menipu, serta lalai dengan kewajiban-kewajibannya.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan masih juga melakukannya, serta melakukan perbuatan-perbuatan bodoh, maka Allah tidak membutuhkan terhadap puasanya, meskipun ia meninggalkan makan dan minumnya”.

Yang amat disayangkan, kebanyakan kaum muslimin yang berpuasa pada bulan ini, perbuatan mereka tidak jauh berbeda dengan tatkala hari-hari berbuka (saat tidak berpuasa). Terkadang antara mereka dijumpai ada yang masih melalaikan kewajiban atau melakukan keharaman. Dan sekali lagi, ini sangat disesalkan. Adapun mukmin yang berakal, ialah mereka yang tidak menjadikan hari-hari puasanya sama seperti hari-hari berbukanya. Akan tetapi (sudah menjadi keharusan), apabila pada hari-hari puasanya, ia menjadi hamba yang lebih bertakwa dan lebih taat kepadaNya.

Ketiga : Perkara Ketiga, Yaitu Qiyam (Berdiri Untuk Shalat)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajak untuk melakukan qiyam dengan sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Barangsiapa yang melaksanakan shalat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan balasan, maka dia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lewat”.

Sebagaimana telah dimaklumi, qiyam Ramadhan ini mencakup shalat-shalat sunnah pada malam hari dan shalat tarawih. Oleh karena itu, seharusnya setiap orang supaya memperhatikan dan menjaganya, serta berusaha mengikuti imam shalat sampai selesai. Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Barangsiapa yang shalam (malam) bersama imam hingga selesai shalatnya, akan ditulis (pahala) shalat semalaman”.

Adapun bagi para imam yang mengimami manusia pada shalat tarawih, mereka wajib bertakwa kepada Allah dalam hal-hal yang berkaitan dengan ma’mum. Mereka harus shalat dengan tuma’ninah dan tenang (tidak tergesa-tergesa), sehingga para ma’mum bisa melaksanakan setiap kewajiabn dan amalan-amalan sunnah sebaik mungkin. Sedangkan yang dilakukan kebanyakan manusia pada hari ini. Mereka shalat secara cepat sehingga tidak tuma’ninah. Padahal tuma’ninah merupakan bagian dari rukun-rukun shalat. Shalat tidak sah kecuali dengan tuma’ninah. Oleh karena itu, tergesa-gesa dalam shalat adalah haram. Sebab (1) mereka meninggalkan tuma’ninah, (2) seandainya mereka (imam) tidak meninggalkan tuma’ninah, maka sesungguhnya mereka menjadikan lelah orang-orang yang di belakangnya serta menyebabkan orang-orang itu meninggalkan tuma’ninah.

Oleh karena itu, seseorang yang mengimami manusia, jangan seperti jika ia shalat sendiri. Dia harus menjaga amanah terhadap manusia dan melaksanakan shalat dengan benar. Para ulama telah menyebutkan, bahwasanaya seorang imam dimakruhkan untuk mempercepat shalat sehingga menghalangi ma’mum untuk melaksanakan amalan sunnah. (Apabila demikian keadaannya), maka bagaimana jika imam mempercepat shalat sehingga menghalangi ma’mum dari mengerjakan sesuatu yang wajib?

[Disalin dari majalan As-Sunnah Edisi 05/Tahun XI/1428H/2007M, Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta]

Hari Ini Milik   Anda

Religion No Comments »

Jika kamu berada di pagi hari, janganlah menunggu sore tiba. Hari inilah yang akan Anda jalani, bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukannya, dan juga bukan esok hari yang belum tentu datang. Hari yang saat ini mataharinya menyinari Anda, dan siangnya menyapa Anda inilah hari Anda.

Umur Anda, mungkin tinggal hari ini. Maka, anggaplah masa hidup Anda hanya hari ini, atau seakan-akan Anda dilahirkan hari ini dan akan mati hari ini juga. Dengan begitu, hidup Anda tak akan tercabik-cabik diantara gumpalan keresahan, kesedihan dan duka masa lalu dengan bayangan masa depan yang penuh ketidakpastian dan acapkali menakutkan.

Pada hari ini pula, sebaiknya Anda mencurahkan seluruh perhatian, kepedulian dan kerja keras. Dan pada hari inilah, Anda harus bertekad mempersembahkan kualitas shalat yang paling khusyu’, bacaan al-Qur’an yang sarat tadabbur, dzikir dengan sepenuh hati, keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam akhlak, kerelaan dengan semua yang Allah berikan, perhatian terhadap keadaan sekitar, perhatian terhadap kesehatan jiwa dan raga, serta perbuatan baik terhadap sesama.

Pada hari dimana Anda hidup saat inilah sebaiknya Anda membagi waktu dengan bijak. Jadikanlah setiap menitnya laksana ribuan tahun dan setiap detiknya laksana ratusan bulan. Tanamlah kebaikan sebanyak-banyaknya pada hari itu. Dan, persembahkanlah sesuatu yang paling indah untuk hari itu. Ber-istighfar-lah atas semua dosa, ingatlah selalu kepada- Nya, bersiap-siaplah untuk sebuah perjalanan menuju alam keabadian, dan nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan kebahagiaan! Terimalah rezeki, isteri, suami, anak-anak, tugas-tugas, rumah, ilmu, dan jabatan Anda hari ini dengan penuh keridhaan.

Maka berpegang-teguhlah dengan apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang yang bersyukur. (QS. Al-A’raf: 144)

Hiduplah hari ini tanpa kesedihan, kegalauan, kemarahan, kedengkian dan kebencian.

Jangan lupa, hendaklah Anda goreskan pada dinding hati Anda satu kalimat (bila perlu Anda tulis pula di atas meja kerja Anda): Harimu adalah hari ini. Yakni, bila hari ini Anda dapat memakan nasi hangat & harum, maka apakah nasi basi yang telah Anda makan kemarin atau nasi hangat esok hari (yang belum tentu ada) itu akan merugikan Anda?

Jika Anda dapat minum air jernih dan segar hari ini, maka mengapa Anda harus bersedih atas air asin yang Anda minum kemarin, atau mengkhawatirkan air hambar dan panas esok hari yang belum tentu terjadi?

Jika Anda percaya pada diri sendiri, dengan semangat dan tekad kuat Anda, maka akan dapat menundukkan diri untuk berpegang pada prinsip: aku hanya akan hidup hari ini. Prinsip inilah yang akan menyibukkan diri Anda setiap detik untuk selalu memperbaiki keadaan, mengembangkan semua potensi, dan mensucikan setiap amalan.

Dan itu, akan membuat Anda berkata dalam hati, “Hanya hari ini aku berkesempatan untuk mengatakan yang baik-baik saja. Tak berucap kotor dan jorok yang menjijikkan, tidak akan pernah mencela, menghardik dan juga membicarakan kejelekan orang lain. Hanya hari ini aku berkesempatan menertibkan rumah dan kantor agar tidak semrawut dan berantakan. Dan karena hanya ini saja aku akan hidup, maka aku akan memperhatikan kebersihan tubuhku, kerapian penampilanku, kebaikan tutur kata dan tindak tandukku.”

Karena hanya akan hidup hari ini, maka aku akan berusaha sekuat tenaga untuk taat kepada Rabb, mengerjakan shalat sesempurna mungkin, membekali diri dengan shalat-shalat sunah nafilah, berpegang teguh pada al-Qur’an, mengkaji dan mencatat segala yang bermanfaat.

Aku hanya akan hidup hari ini, karenanya aku akan menanam dalam hatiku semua nilai keutamaan dan mencabut darinya pohon-pohon kejahatan berikut ranting-rantingnya yang berduri, baik sifat takabur, ujub, riya’, dan buruk sangka.

Hanya hari ini aku akan dapat menghirup udara kehidupan, maka aku akan berbuat baik kepada orang lain dan mengulurkan tangan kepada siapapun. Aku akan menjenguk mereka yang sakit, mengantarkan jenazah, menunjukkan jalan yang benar bagi yang tersesat, memberi makan orang kelaparan, menolong orang yang sedang kesulitan, membantu yang orang dizalimi, meringankan penderitaan orang yang lemah, mengasihi mereka yang menderita, menghormati orang-orang alim, menyayangi anak kecil, dan berbakti kepada orang tua.

Aku hanya akan hidup hari ini, maka aku akan mengucapkan, “Wahai masa lalu yang telah berlalu dan selesai, tenggelamlah seperti mataharimu. Aku tak akan pernah menangisi kepergianmu, dan kamu tidak akan pernah melihatku termenung sedetik pun untuk mengingatmu. Kamu telah meninggalkan kami semua, pergi dan tak pernah kembali lagi.”

“Wahai masa depan, engkau masih dalam kegaiban. Maka, aku tidak akan pernah bermain dengan khayalan dan menjual diri hanya untuk sebuah dugaan. Aku pun tak bakal memburu sesuatu yang belum tentu ada, karena esok hari mungkin tak ada sesuatu. Esok hari adalah sesuatu yang belum diciptakan dan tidak ada satu pun darinya yang dapat disebutkan.”

“Hari ini milik Anda”, adalah ungkapan yang paling indah dalam “kamus kebahagiaan”. Kamus bagi mereka yang menginginkan kehidupan yang paling indah dan menyenangkan.

Sumber: Buku La Tahzan

Kemanakah Kita Akan Pergi?

Religion No Comments »

<!–
/* Font Definitions */
@font-face
{font-family:"Cambria Math";
panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;
mso-font-charset:1;
mso-generic-font-family:roman;
mso-font-format:other;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}
@font-face
{font-family:Calibri;
panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;
mso-font-charset:0;
mso-generic-font-family:swiss;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-unhide:no;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
margin:0in;
margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:12.0pt;
font-family:"Times New Roman","serif";
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;}
.MsoChpDefault
{mso-style-type:export-only;
mso-default-props:yes;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
@page Section1
{size:8.5in 11.0in;
margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;
mso-header-margin:.5in;
mso-footer-margin:.5in;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
–>

Ust. Abdul Hakim

       Manusia berjalan menuju Allah swt dengan dua jenis
perjalanan. Perjalanan qohri (ditetapkan oleh Allah) dan perjalanan ikhtiari
(dalam wilayah ikhtiar manusia). Perjalanan qohri adalah perpindahan manusia
dari satu alam ke alam lain dimulai dari alam dzur, kemudian alam rahim ibu,
alam dunia, alam barzakh dan yang terakhir adalah alam akhirat. Tidak ada yang
bisa menolak perjalanan jenis ini. Sedangkan perjalanan ikhtiari (dalam wilayah
ikhtiar) adalah perjalanan ruh, akal, hati dan jiwa mendekat kepada Allah
Ta’ala dengan menempuh berbagai jenjang maqomat (stasiun spiritual) dan ahwal
(keadaan spiritual) dengan iman, ilmu dan amal. Perjalanan ini adalah pilihan
kita untuk menempuhnya atau tidak menempuhnya.

       Perlu kita perhatikan bahwa perjalanan jenis yang
terakhir ini, ikhtiari, dapat menjadi penakar kadar kepintaran, kekayaan,
kedewasaan bahkan harga diri seseorang. Meskipun tahu segala ilmu, kita tetap
saja bodoh selama belum mengenal Yang Maha Mengetahui. Meskipun memiliki harta
sepenuh bumi, kita tetap saja miskin selama belum merasa kaya dengan Yang Maha
Memiliki. Meski rambut sudah memutih, kita tetap anak-anak sebelum berani
terjun dalam perang menentang hawa nafsu dan setan. Meski sudah berhasil
mendatangi berbagai tempat di penjuru bumi, kita sebenarnya belum pergi
kemana-mana kalau belum bisa mendatangi hadirat suci Allah Ta’ala.

       Seekor sapi ditakar harganya dengan berat dagingnya.
Seekor perkutut dapat mengalahkan harga sapi bukan karena beratnya daging tetapi
karena keindahan suara. Sebutir merah delima yang hanya beberapa gram saja
dapat melampau harga sapi dan perkutut karena keindahan warnanya. Berapa harga
kita di hadapan Allah? Daging dan tulang tubuh kita akan habis dimakan tanah.
Harta akan kita tinggalkan atau meninggalkan kita. Semua yang sirna tidak dapat
dijadikan takaran bagi yang suatu abadi. Kita tidak ditakar dari kegantengan,
kecantikan dan kekayaan, kita ditakar dari keadaan hati dan amal-amal kita.
Sabda Nabi SAW :
"
Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Ia melihat hati
dan amal kalian." (HR.Muslim dari Abu Hurairah ra)

       Tidak ada seorang pun yang berselera membeli bangkai
meskipun dengan harga rendah. Demikian juga dengan hati yang mati, tidak ada
nilainya sama sekali dihadapan Allah Ta’ala. Meskipun jasad hidup, kita tetap
saja disebut mayat selama hati tidak dawam mengingat Allah. Bersabda SAW :
"Perumpamaan orang yang ingat pada Tuhannya dan
yang tidak ingat pada Tuhannya seperti perumpamaan orang hidup dan orang
mati." (HR. Bukhari dari Abu Musa ra)

       Kedewasaan jasmani ditandai perubahan pada organ
tertentu, kedewasaan ruhani ditandai perubahan pada hati. Ketika jasmani dewasa
ia akan mencari pasangannya, ketika hati dewasa ia akan mencari Tuhannya. Jasmani
tumbuh bersama perubahan waktu, hati tumbuh karena mengutamakan Allah di atas
segala sesuatu.

"Maka
berlarilah kalian menuju Allah…" (QS.al-Dzâriyât: 50)

CHANGE OR DIE

Weblogs No Comments »

<!–
/* Font Definitions */
@font-face
{font-family:"Cambria Math";
panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;
mso-font-charset:1;
mso-generic-font-family:roman;
mso-font-format:other;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}
@font-face
{font-family:Calibri;
panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;
mso-font-charset:0;
mso-generic-font-family:swiss;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}
@font-face
{font-family:Consolas;
panose-1:2 11 6 9 2 2 4 3 2 4;
mso-font-charset:0;
mso-generic-font-family:modern;
mso-font-pitch:fixed;
mso-font-signature:-1610611985 1073750091 0 0 159 0;}
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-unhide:no;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
margin:0in;
margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
p.MsoPlainText, li.MsoPlainText, div.MsoPlainText
{mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-link:"Plain Text Char";
margin:0in;
margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.5pt;
font-family:Consolas;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
span.PlainTextChar
{mso-style-name:"Plain Text Char";
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-unhide:no;
mso-style-locked:yes;
mso-style-link:"Plain Text";
mso-ansi-font-size:10.5pt;
mso-bidi-font-size:10.5pt;
font-family:Consolas;
mso-ascii-font-family:Consolas;
mso-hansi-font-family:Consolas;}
.MsoChpDefault
{mso-style-type:export-only;
mso-default-props:yes;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
@page Section1
{size:8.5in 11.0in;
margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;
mso-header-margin:.5in;
mso-footer-margin:.5in;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
–>

CHANGE OR DIE

Ada sebuah cerita mengenai seorang raja kaya yang pada
suatu hari berjalan mengelilingi negeri yang dicintainya. Pada jaman itu belum
ditemukan alas kali, sehingga sang raja melewati daerah-daerah yang kadang kala
berbatuan sehingga tapak kakinya sakit. Setelah pulang kembali ke istana, sang
raja memerintahkan kepada menterinya agar menguliti setiap sapi di wilayah
kekuasaannya untuk menutupi seluruh jalan di negeri itu agar kakinya tak lagi
sakit jika berkeliling. Sang menteri berpikir sejenak, dan mengatakan kepada
raja,” Baginda biarpun kita menguliti seluruh sapi di negeri ini tak akan
menutupi seluruh jalan yang ada di negeri ini. Saya mengusulkan untuk membuat
sepatu untuk baginda dari kulit sapi, agar kemanapun baginda pergi kakinya akan
selalu terlindung.” Seringkali cara yang termudah dan termurah dan efektif
dalam menghadapi perubahan adalah memulainya dari diri kita sendiri. Seringkali
kita ingin orang lain, keadaan bahkan dunia ini untuk berubah terlebih dahulu,
namun perubahan itu akan lebih mudah dan realistis terjadi jika kita mulai dari
diri kita terlebih dahulu.

Cerita lain mengenai sebuah kapal perang raksasa yang melintasi
laut yang tertutup dengan kabut tebal, sang kapten yang gagah perkasa
menyerahkan arah kapal tersebut kepada supervisor kapal yang mengamati keadaan
laut di depan kapal dari menara pantau tertinggi di kapal tersebut. Suatu
ketika sang supervisor berteriak, "Kapten ada kapal di depan kita."
Kapten menjawab, "Beritahukan kapal itu agar membanting 20 derajat ke arah
kiri." Sang supervisor memberikan kode dengan isyarat lampu kepada kapal
tersebut, kemudian dibalas dengan perintah agar kapal perang tersebut yang
membanting 20 derajat ke arah kiri. Sang kapten sangat marah dan emosi dan
memberikan perintah kepada supervisor kapal agar membalas pesan seperti
berikut, "Dengar ini adalah perintah dari kapten kapal perang!."
Kemudian datang balasan yang mengatakan, "Ini adalah perintah dari
supervisor tingkat II." Merasa dipermalukan, sang kapten memberikan
perintah, "Kami adalah kapal perang." kemudian balasan datang yang
mengisyaratkan, "Kami adalah mercu suar!"

Ada kalanya kita harus mengambil tindakan untuk berubah.
Jika Anda bertemu "mercu suar" dalam hidup Anda, bersiaplah untuk
berubah atau Anda akan hancur.

Perubahan adalah hal yang tidak meng-enakkan dan tidak
jarang membuat kita ragu, takut bahkan menunda pengambilan tindakan. Mengapa?
Karena perubhan menimbulkan resiko baru yang mungkin lebih beresiko
dibandingkan jika kita tidak berubah sama sekali.

Namun ada kalnya kita harus mengambil suatu keputusan
untuk berubah, jika setelah berkali-kali kita "terantuk" oleh
permasalahn yang sama. Dunia ini bagaikan tempat "belajar" untuk
setiap insan manusia.

Jika kita terus melakukan kesalahan yang sama dan menolak
untuk berubah, kita tidak dapat maju ke "tingkat yang lebih tinggi."

Ingatlah setiap perubahan akan membawa kita kepada dua
pilihan, gagal atau berhasil, pastikan Anda berfokus terhadap keberhasilan itu.
Hidup ini bagaikan roda dunia yang akan terus berputar. Roda itu terus berputar
karena dengan berputar ke depan, roda itu baru dapat maju. George Bernard Shaw
mengatakan kemajuan adalah hal yang mustahil terjadi tanpa adanya perubahan,
dan mereka yang tidak mampu mengubah cara pikirnya tidak akan merubah apapun.
Charles F.

Kettering pun mengatakan hal yang tidak kalah dahsyatnya
bahwa dunia ini membenci akan perubahan namun perubahan itulah satu-satunya
yang mendatangkan kemajuan. Roda kehidupan akan terus berputar, kadang di atas
kadang di bawah, banyak orang yang menahan akan adanya perubahan dan selalu
ingin terus berada di atas roda yang berputar. Mereka terus berusaha untuk
tetap berada pada posisi atas sehingga ketika perubahan terjadi dan mereka
berada di posisi bawah roda, mereka tidak bersiap sehingga tidak mampu bangkit
dari kegagalan.

Kesuksesan seseorang terjadi ketika ia mampu dan siap
menghadapi perubahan. Camkanlah apa yang dikatakan Carol Burnett bahwa hanya
kitalah satu-satunya yang dapat mengubah hidup kita. Tidak ada orang lain yang
dapat melakukannya untuk kita. Menahan arus perubahan dimana dibutuhkan dapat
menghancurkan kehidupan Anda.

Walaupun perubahan membawa perasaan tidak menentu, tidak
berubah juga mendatangkan resiko yang tidak kalah bahayanya. Jika Anda tidak
merasa yakin dengan arah yang Anda ambil saat ini, sudah saatnya Anda menempuh
arah yang lain. Makin cepat Anda mengambil keputusan untuk berubah makin baik.
Adalah hal yang penting untuk diketahui, jika Anda terus melakukan hal yang
sama, Anda akan mendapatkan hasil yang sama. Jika Anda menginginkan hasil yang
berbeda, Anda harus menyambut perubahan dengan sikap yang positif. Live your
life with passion!

Menggali dan Melejitkan Potensi Diri Untuk Menjadi Manusia Cerdas Tanpa Batas

Books 2 Comments »

Menggali dan Melejitkan Potensi Diri               
Untuk Menjadi Manusia Cerdas Tanpa Batas
Oleh  : Aris Ahmad Jaya                                                 

“  Pemenang tidak melakukan sesuatu yang BEDA,         
Pemenang hanya melakukan sesuatu dengan CARA YANG BERBEDA”

Banyak
orang pintar namun gagal, banyak pribadi cerdas namun kandas di tengah
jalan. Sebaliknya ada sebagian orang biasa-biasa saja di akademik
maupun oleh lingkungannya tetapi meraih sukses luar biasa dimata
manusia dan juga dimata Allah SWT.

Rahasia besar yang dimiliki
orang-orang besar sebenarnya bukan terletak pada seberapa banyak dia
belajar tentang suatu ilmu. Rahasia yang sebenarnya adalah terletak
pada sikap mental yang kokoh, tegar, kuat dan memiliki tujuan hidup
yang berkobar-kobar untuk mewujudkan mimpi dan cita-citanya untuk
sukses dengan aksi nyata yakni dengan 10 % ide 90% keringat.

Orang-orang
besar memulai langkahnya dengan cita-cita yang besar. Kemudian
keberanian memulai pada langkah pertama, berani mengambil resiko gagal,
berani berproses, berani berkorban dan berani dievaluasi (di kritik)
serta berani bangun dan bangkit kembali ketika jatuh atau dijatuhkan
dengan cara yang lebih baik.

Banyak orang pintar dan cerdas yang
tidak berbuat bukan karena tidak mampu melakukan melainkan karena tidak
bertekad. Banyak diantara mereka yang hanya sekedar memutuskan tanpa
berani mulai mengerjakan. Banyak orang yang mampu melakukan sesuatu
namun tidak mau melakukan, padahal tidak ada proses perbaikan hanya
dengan sebuah kemampuan tanpa kemauan memulai dengan aksi nyata.

Anda
harus memiliki keyakinan SUKSES, karena Allah tidak akan merubah nasib
Anda kalau Anda sendiri berperilaku pasif dalam berusaha merubah nasib
Anda. Doa seoptimal mungkin Usaha dan kerja semaksimal mungkin, dan
tawakkal sebagai sandaran akhir dari usaha Anda.

Pribadi yang
bermental sukses selalu berfikir positif atas masalah/kesulitan yang
diberikan oleh Allah kepadaNya sehingga Dia selalu melihat peluang
dalam setiap masalah dan bukan melihat masalah disetiap peluang yang
ada dihadapannya.

Ketika mental Anda adalah mental SUKSES maka
kata-kata yang keluar dari mulut adalah kata-kata optimis. Anda akan
bilang ” Sulit tapi bisa” untuk hal-hal sulit yang Anda rasakan dan
bukan kata kata “Bisa tapi sulit”. Kedua kalimat tersebut mengandung
unsur kata yang sama namun membawa pengaruh yang sangat berbeda.
Kalimat sulit tapi bisa berakhir pada sikap optimis dan berlanjut pada
gerak mencoba, sedangkan kalimat bisa tapi sulit cenderung mendorong
sikap pessimis dan menyerah sebelum melakukan percobaan.

Kesalahan
Anda dalam memilih kosa kata akan berpengaruh pada penerjemahan
kreativitas bawah sadar yang salah. Ketika Anda mengeluarkan kata
dengan metafora negatif maka tubuh Anda akan membenarkan dan mendukung
100% dengan bahasa tubuh yang sesuai. Sebagai contoh, anda berkata
bahwa Anda tidak percaya diri berbicara didepan umum, maka kaki anda
akan merespon dengan gemetar, mata menunduk, tangan tidak terkontrol
dan dada bedegup kencang. Beda halnya ketika Anda berkata “Saya bisa
berbicara didepan umum dan saya pasti mampu”. Maka tubuh Anda akan
merespon tegapnya langkah Anda, mata berusaha menatap tegar, kaki
diusahakan tidak tampak bergetar, tangan bergaya, dan debaran jantung
mampu ternetralisir.

Emosi Anda akan membentuk sikap tubuh Anda,
sikap tubuh dipengaruhi oleh emosi. Sebagai contoh sikap Anda ketika
depresi dengan sikap anda saat bahagia. Ketika depresi wajah Anda
tertunduk, langkah lamban, mata tak bergairah dan sulit tersenyum.
Sedang ketika anda bahagia rona wajah berseri, senyum tersungging, dan
getaran kata-kata indah didengar.

Sebuah penemuan besar abad ini
yang akan merubah motivasi kehidupan Anda dari dalam adalah “Sikap Anda
akan mampu merubah emosi Anda”. Anda pernah lihat bagaimana sikap
pemain sepakbola yang baru memasukkan bola ke gawang musuh? Ceria, lari
kencang, tangan mengepal, dan bergairah. Dan sekarang anda bandingkan
dengan sikap sopir angkutan Kota yang ditangkap polisi dan kena
tilang:? Sedih, senyum dipaksakan, mengumpat, mata tidak bersahabat,
tidak terkontrol dll.

Mari kita fokuskan bahasan pada:” Bagaimana sikap Anda mampu merubah emosi Anda”.
Sekarang
Anda bayangkan satu masalah Anda yang berat, kemudian angkat wajah Anda
menatap kedepan dengan tegas, kepalkan tangan Anda, , bayangkan
peristiwa bahagia yang sangat berkesan dalam hidup anda, melompatlah
mulailah Anda tersenyum, bayangkan keiinginan-keinginan Anda yang
indah, teriaklah “ Aku bisa”. Maka gairah baru akan Anda rasakan.

Untuk
memudahkan anda menemukan sikap positip yang mampu mempengaruhi emosi
Anda maka Anda perlu memakai teknik ATM, yaitu Amati Tiru dan
Modifikasi.
Amati dan pelajari bagaimana proses dan cara orang-orang
sukses menjadi sukses, kemudian Tiru dengan cara yang cerdas tanpa
harus menjadi plagiat, dan akhiri dengan Modifikasi, yakni
menggabungkan pengetrahuan yang baru Anda peroleh dengan keahlian Anda
sebelumnya. Tahukah Anda bahwa keluarga sosro hanya memodifikasi teh
dengan botol menjadi teh botol sosro. Soichiro Honda hanya memodifikasi
sepeda dan motor menjadi satu bagian sehingga menjadi sepeda motor
merek Honda.
Sebagaimana yang diajarkan sahabat saya Purdi Candra
bos Primagama. Yaitu Berani Optimis Tiru Orang Lain. Bayangkan orang
yang menurut Anda SUKSES , bagaiman dia besikap, berjalan, bicara,
tersenyum dll. Hal ini akan memudahkan Anda untuk menemukan format
sikap Anda yang baru dan hidup Anda akan lebih persuasif.

Potensi
unggul yang ada pada tubuh Anda sangat dipengaruhi oleh sikap Anda
terhadap diri Anda. Dan perubahan sikap Anda yang sudah tersusun
belasan tahun hanya dapat dilakukan dengan banyak melatih sikap Anda,
sehingga memperoleh rasa percaya diri yang mantap.
Rasa percaya diri
akan tumbuh karena dipersiapkan yaitu perencanaan dan pelaksanaannya.
Seorang perenang harus berlatih dan mempersiapkan diri berbulan bulan
bahkan tahunan hanya untuk berlomba sekian menit bahkan detik
digelanggang renang yang berbeda. Dalam Olah raga angkat besi seorang
atlet telah melakukan ribuan kali angkatan dalam latihan, namun untuk
menunjukkan kemampuannya, atlet tersebut hanya mengangkat beberapa kali
saja dalam turnamen angkat besi.
Begitupun seorang bintang sepak bola melakukan tembakan ratusan kali untuk mengkasilkan satu gol digawang lawan.

Sejauh
manakah sikap anda mempengaruhi kesuksesan Anda kedepan??. Jawabannya
jelas, Anda tidak akan sukses ketika sikap mental Anda tidak yakin
terhadap diri Anda. Yakinlah bahwa Anda adalah orang yang pertama kali
mampu merubah kehidupan Anda. Tidak seorangpun yang mampu menghentikan
langkah Anda secara permanen kecuali diri Anda sendiri. Yakinkah bahwa
orang lain adalah penonton dal;am kehidupan Anda, namun andalah yang
menjadi pemain utama dan pastikan Anda mampu berdiri tegap dan
mengatakan :”SAYA BISA” InsyaAllah.

Beberapa tips yang semoga mampu menghantarkan kesuksesan Anda menatap masa depan yang cerah.

Tips sederhana yang bisa Anda coba untuk memvisualisasikan mimpi-mimpi Anda  agar lebih fokus dan terarah adalah tips “TAJAM”

TAJAM merupakan kepanjangan dari

1.  T (Tekad yang Kuat dan Tujuan Jelas)
Tekad
kuat dan tujuan jelas adalah dua saudara kembar yang tidak bvisa
berdiri secara terpisah. Apalah artinya main sepakbola tanpa gawang,
atau lari marathon tanpa finish. Bulatkan tekad Anda sebagai pribadi
sukses dan cerdas tanpa batas. Kemauan untuk belajar dan terus belajar.
Pelajari keahlian khusus yang merupakan kompetensi / keahlian yang akan
Anda kembangkan. Tekad yang kuat memang perlu tapi tekad tanpa tujuan
akan membawa hasil LELAH. Milikilah tujuan mulai sekarang apa yang akan
Anda lakukan kedepan. Ingat Anda dilahirkan bukan untuk melakukan
semuanya, tapi Anda dilahirkan untuk melakukan sesuatu. Carilah sesuatu
itu. Anda harus memiliki GAIRAH, AKSI dan CITA-CITA. Gairah dan
Cita-cita tanpa Aksi Anda MELAMUN. Aksi dan Cita-cita tanpa Gairah Anda
akan bekerja serba tanggung “setengah-setengah”, Anda Bergairah dan
Berkerja dengan Aksi tanpa Cita-cita maka Anda akan sampai pada tempat
yang keliru. Anda pasti BISA.

2.    A (Arahkan pada Potensi Positip Anda)
Saya
yakin Anda punya potensi positif yang merupakan kelebihan khas Anda.
Gali dan temukan potensi positip Anda, karena ketika Anda melakukan hal
terbaik dari potensi Anda maka Anda akan mengalami pelejitan luar
biasa. Burung elang gagah jika terbang dan bukan dengan berlari,
sebaliknya kuda akan gagah ketika harus berlari dan bukan berenang.
Allah menciptakan kelebihan dari setiap makhlukNya. Semakin banyak anda
ketahui potensi positif Anda maka InsyaAllah semakin tinggi KOMPETENSI
Anda.

3.  J  (Jauhkan Diri Anda dari Metafora Negatip)
Prasangka
buruk, anggapan negatif, keluh kesah, sumpah serapah dan banyak lagi
istilah-istilah yang lain, tidak akan pernah mampu menghantarkan Anda
sebagai pribadi yang bermental tegar, kokoh dan kuat. Hindari
halusinasi negatif, kata-kata pessimis. Hilangkan kamus mengeluh dari
otak Anda sekarang maka sikap Optimis akan menghampiri Anda,
InsyaAllah. Jangan bilang “ Saya tidak mampu melakukan itu.” Tapi
katakanlah; “Bagaimana caranya agar saya mampu melakukan itu?”.
Prasangka
negatif akan muncul ketika Anda memiliki sifat M3B, yaitu Menunda,
Malas, Menyalahkan dan Banyak alasan. Dengan menunda maka pekerjaan
akan tertumpuk kepada satu waktu ang sangat berat, deangan Malas akan
membuat otot dan pikkiran lemah dan kusut, dengan menyalahkan akan
muncul kebiasaan menuduh orang lain menjadi penyebab kegagalan dan
kambing hitam, dan dengan banyak alasan akan membuat kita tertutup
belajar dari kesalahan.

4.         A (Ambil Manfaat dari Setiap Kegagalan)
Ingat
Firman Allah “ Setelah kesulitan Pasti ada Kemudahan” Rumus sukses
adalah ; Orang SUKSES lebih banyak gagalnya daripada orang gagal.
Sering mencoba sering gagal, tak pernah mencoba tidak pernah gagal.
Tapi hasil akhirnya beda bukan?.
Semua hal mengandung resiko.
Tertawa beresiko memperlihatkan kebodohan, menangis beresiko
memperlihatkan kecengengan, Bertemu orang beresiko memperlihatkan
keterlibatan, Menunjukkan perasaan beresiko menunjukkan diri Anda yang
sebenarnya, Mengemukakan gagasan, impian-impian-impian Anda didepan
umum beresiko kehilangan mereka, mencintai beresiko tidak dicintai,
Hidup beresiko mati, Berharap beresiko putus asa, Mencoba beresiko
gagal, TETAPI resiko harus diambil, karena bahaya terbesar dalam hidup
adalah tidak mengambil resiko apapun. Orang yang tidak mengambil resiko
tidak melakukan apapun, tidak memiliki apapun, dan tidak berarti
apa-apa. Mereka dapat menghindar dari penderitaan dan kesedihan, tetapi
mereka tidak dapat belajar, merasakan berubah, bertumbuh, mencintai
atau hidup.Mereka adalah budak-budak yang dikungkung oleh sikap mereka
sendiri, yakni kehilangan kebebasan. ORANG YANG MERDEKA ADALAH ORANG
YANG BERANI MENGAMBIL RESIKO. (Shiv Khera – You Can Win) , Anda dan
saya sebenarnya tidak pernah gagal, yang gagal adalah peristiwanya.
Seorang gadis yang menggoreng tempe dan tempenya gosong sesungguhnya
yang gosong adalah tempenya. Artinya kita akan mampu bangkit kembali
dari kegagalan yang pertama dengan memakai cara yang berbeda. Pelajari
penyebab kegagalan, minimalisir kesalahan dan lakukan cara baru yang
lebih baik, maka kegagalan pertama akan menjadi batu pijakan kesuksesan
berikutnya.

5.                                          M (Mantabkan Motivasi dengan Aksi Nyata)
Kuatkan
motivasi Anda dengan tekad yang tegas dan kuat. Buatlah lingkungan yang
mendukung motivasi Anda, dan segeralah hijrah ketika lingkungan yang
Ada tidak mendukung kondisi motivasi Anda.
Ada sebuah cerita
mengenai seorang raja kaya yang pada suatu hari berjalan mengelilingi
negeri yang dicintainya. Pada jaman itu belum ditemukan alas kali,
sehingga sang raja melewati daerah-daerah yang kadang kala berbatuan
sehingga tapak kakinya sakit. Setelah pulang kembali ke istana, sang
raja memerintahkan kepada menterinya agar menguliti setiap sapi di
wilayah kekuasaannya untuk menutupi seluruh jalan di negeri itu agar
kakinya tak lagi sakit jika berkeliling. Sang menteri berpikir sejenak,
dan mengatakan kepada raja,” Baginda biarpun kita menguliti seluruh
sapi di negeri ini tak akan menutupi seluruh jalan yang ada di negeri
ini. Saya mengusulkan untuk membuat sepatu untuk baginda dari kulit
sapi, agar kemanapun baginda pergi kakinya akan selalu terlindung.”
Seringkali cara yang termudah dan termurah dan efektif dalam menghadapi
perubahan adalah memulainya dari diri kita sendiri. Seringkali kita
ingin orang lain, keadaan bahkan dunia ini untuk berubah terlebih
dahulu, namun perubahan itu akan lebih mudah dan realistis terjadi jika
kita mulai dari diri kita terlebih dahulu.
Cerita lain mengenai
sebuah kapal perang raksasa yang melintasi laut yang tertutup dengan
kabut tebal, sang kapten yang gagah perkasa menyerahkan arah kapal
tersebut kepada supervisor kapal yang mengamati keadaan laut di depan
kapal dari menara pantau tertinggi di kapal tersebut. Suatu ketika sang
supervisor berteriak, "Kapten ada kapal di depan kita." Kapten
menjawab, "Beritahukan kapal itu agar membanting 20 derajat ke arah
kiri." Sang supervisor memberikan kode dengan isyarat lampu kepada
kapal tersebut, kemudian dibalas dengan perintah agar kapal perang
tersebut yang membanting 20 derajat ke arah kiri. Sang kapten sangat
marah dan emosi dan memberikan perintah kepada supervisor kapal agar
membalas pesan seperti berikut, "Dengar ini adalah perintah dari kapten
kapal perang!." Kemudian datang balasan yang mengatakan, "Ini adalah
perintah dari supervisor tingkat II." Merasa dipermalukan, sang kapten
memberikan perintah, "Kami adalah kapal perang." kemudian balasan
datang yang mengisyaratkan, "Kami adalah mercu suar!"
Ada kalanya
kita harus mengambil tindakan untuk berubah. Jika Anda bertemu "mercu
suar" dalam hidup Anda, bersiaplah untuk berubah atau Anda akan hancur.
Perubahan adalah hal yang tidak meng-enakkan dan tidak jarang membuat
kita ragu, takut bahkan menunda pengambilan tindakan. Mengapa? Karena
perubhan menimbulkan resiko baru yang mungkin lebih beresiko
dibandingkan jika kita tidak berubah sama sekali. Namun ada kalnya kita
harus mengambil suatu keputusan untuk berubah, jika setelah
berkali-kali kita "terantuk" oleh permasalahn yang sama. Dunia ini
bagaikan tempat "belajar" untuk setiap insan manusia. Jika kita terus
melakukan kesalahan yang sama dan menolak untuk berubah, kita tidak
dapat maju ke "tingkat yang lebih tinggi."
Ingatlah setiap perubahan
akan membawa kita kepada dua pilihan, gagal atau berhasil, pastikan
Anda berfokus terhadap keberhasilan itu. Hidup ini bagaikan roda dunia
yang akan terus berputar. Roda itu terus berputar karena dengan
berputar ke depan, roda itu baru dapat maju. George Bernard Shaw
mengatakan kemajuan adalah hal yang mustahil terjadi tanpa adanya
perubahan, dan mereka yang tidak mampu mengubah cara pikirnya tidak
akan merubah apapun. Charles F. Kettering pun mengatakan hal yang tidak
kalah dahsyatnya bahwa dunia ini membenci akan perubahan namun
perubahan itulah satu-satunya yang mendatangkan kemajuan. Roda
kehidupan akan terus berputar, kadang di atas kadang di bawah, banyak
orang yang menahan akan adanya perubahan dan selalu ingin terus berada
di atas roda yang berputar. Mereka terus berusaha untuk tetap berada
pada posisi atas sehingga ketika perubahan terjadi dan mereka berada di
posisi bawah roda, mereka tidak bersiap sehingga tidak mampu bangkit
dari kegagalan.
Kesuksesan seseorang terjadi ketika ia mampu dan
siap menghadapi perubahan. Camkanlah apa yang dikatakan Carol Burnett
bahwa hanya kitalah satu-satunya yang dapat mengubah hidup kita. Tidak
ada orang lain yang dapat melakukannya untuk kita. Menahan arus
perubahan dimana dibutuhkan dapat menghancurkan kehidupan Anda.
Walaupun perubahan membawa perasaan tidak menentu, tidak berubah juga
mendatangkan resiko yang tidak kalah bahayanya. Jika Anda tidak merasa
yakin dengan arah yang Anda ambil saat ini, sudah saatnya Anda menempuh
arah yang lain. Makin cepat Anda mengambil keputusan untuk berubah
makin baik. Adalah hal yang penting untuk diketahui, jika Anda terus
melakukan hal yang sama, Anda akan mendapatkan hasil yang sama. Jika
Anda menginginkan hasil yang berbeda, Anda harus menyambut perubahan
dengan sikap yang positif. Live your life with passion!

Bangkitlah wahai Saudara dengan tiga hal:

1.      Jangan Mengeluh (hapuskan kata mengeluh dalam otak Anda)
2.      Coba lagi dan coba lagi dan jangan tunda sampai besok.
3.      Usaha semaksimal, Berdoalah kepada Allah seoptimal mungkin dan Serahkan sepenuhnya PadaNya.

Selamat
dan Anda Layak dapat Bintang. Anda telah memasuki kandang MACAN dan
bukan Kandang Kambing. Akan diketahui mana yang Ompong dan mana yang
Bertaring. Buktikan bahwa Anda adalah orang terbaik yang pernah
dimiliki oleh keluarga Anda. Bangkitlah dan mari kita bangun bersama
kejayaan di Bumi ini.

Aris Ahmad Jaya
Direktur pada PT ABCo Sugesti Motivatindo
Lembaga
Character Building dan Managemen Terapan yang berkonsentrasi pada Auto
Sugesti Power. (Membangkitkan keyakinan Diri dari Dalam)

ABCo Sugesti Motivatindo berkantor di
Bogor Raya Permai Blok FD IV No 16 A
Jl. KH Sholeh Iskandar Desa Curug Kecamatan Bogor Barat
Bogor Jawa Barat.
Telp/Fax (0251)7539062  Hp. 0818101446

Tahajjud vs EURO 2008

Religion No Comments »

<!–
/* Font Definitions */
@font-face
{font-family:"Cambria Math";
panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;
mso-font-charset:0;
mso-generic-font-family:roman;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}
@font-face
{font-family:Calibri;
panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;
mso-font-charset:0;
mso-generic-font-family:swiss;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-unhide:no;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
margin:0in;
margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:12.0pt;
font-family:"Times New Roman","serif";
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;}
.MsoChpDefault
{mso-style-type:export-only;
mso-default-props:yes;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
@page Section1
{size:8.5in 11.0in;
margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;
mso-header-margin:.5in;
mso-footer-margin:.5in;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
–>

Tak ayal lagi sejak tangggal 7 kemarin sampai dengan akhir bulan juni ini,
masyarakat dunia, masyarakat Indonesia dan khususnya kampung saya terutama kaum
Adam yang gila bola dipastikan kurang tidur. Setiap malam begadang untuk
menyaksikan perhelatan akbar sepakbola di benua Eropa lewat 5 stasiun TV
(hmmm..nggak tanggung-tanggung). Sebagian masyarakat menganggap inilah salah
satu obat melupakan kesusahan dimana harga BBM yang baru saja naik dan berbagai
kesulitan pokok yang menghimpit kaum menengah ke bawah bangsa ini.

Khusus bagi umat Islam adanya tontonan sepakbola ini tidak hanya sekedar
sebagai hiburan olahraga emosi dan mata tetapi bisa dijadikan "Alat"
untuk melatih dan mensukseskan ibadah kita. Kita semua tahu jam tayang dari
Swiss & Austria itu "bentrok" dengan sepertitiga malam yang
notabene jam ibadah mulia kita, yakni Shalat Tahajjud.

Tahajud merupakan amalan sunah yang sangat dianjurkan. QS.17:79
"Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang
tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu
mengangkat kamu ke tempat yang terpuji."

Selain itu, seorang yang mengaku "benar-benar" beriman harus punya
ciri seperti ini : QS.32:16
"Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang
mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka
menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka."

Ibadah ini dilabeli "sangat mulia" karena juga tidak mudah untuk
melakukannya (apalagi menjadi rutinitas). Disaat hormon-hormon tubuh
menginginkan istirahat (karena mendeteksi kegelapan), kita harus berjuang
melawan diri sendiri : tidak hanya membuka mata, tapi harus berjalan untuk
wudhu dan merasakan dinginnya air untuk bersiap "bercengkrama" dengan
Allah SWT. Disisi lain TV kita menunggu untuk dihidupkan, atau menunggu untuk
ditonton.

Rasulullah SAW bersabda,
"Setan akan mengikat tengkuk seseorang dari kamu
ketika dia tidur dengan tiga ikatan. Setiap satu ikatan, setan berkata, ‘Atas
kamu malam yang panjang, maka tidurlah kamu’. Jika dia bangun, lalu berzikir
kepada Allah, lepaslah satu ikatan. Jika dia berwudhu, lepaslah satu ikatan
lagi. Jika dia shalat, lepaslah ikatan ketiga sehingga dia merasa segar dan
hatinya merasa enak. Jika tidak melakukan yang demikian itu maka dia menjadi
malas dan buruklah hatinya". (HR Bukhari dan Muslim).

Dan jangan lupa sobat!!! Allah swt memberikan bonus istimewa jika makhluknya
mampu dengan ikhlas dan benar dalam ber-tahajjud (dimanaorang lain tertidur
lelap dibuai mimpi). Inilah bonusnya :
Abu Hurairah ra. meriwayatkan bahwa Rasul bersabda: "Tuhan kita (Allah)
Azza Wajalla tiap malam turun ke langit dunia pada sepertiga malam
terakhir". Rasul melanjutkan, "Pada saat itulah Allah SWT berfirman:
‘Barang siapa berdoa kepada-Ku pasti Aku kabulkan; barang siapa meminta
kepada-Ku pasti Aku beri; dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku pasti Aku
ampuni’".

Kemudian juga,
Dari Amar bin Abas berkata, "Saya mendengar
Rasulullah SAW bersabda: "Sedekat-dekatnya hamba kepada Allah ialah di
sepertiga malam terakhir, maka jika engkau termasuk golongan orang yang
berzikir kepada Allah pada waktu itu, usahakanlah!" (HR. Tirmidzi).

Karena itu, betapa ruginya bila waktu emas tersebut terlewat sia-sia hanya
dikarenakan dengan sesuatu yang sedikit manfaatnya (nonton EURO tentunya).
Shalat Tahajjud terbukti melahirkan ketenangan jiwa, terkabulnya doa, kepekaan
diri, sehat badan, dan semangat hidup yang berlipat; maka sebaliknya
"asyiknya" nonton bola memberikan kegembiraan/kekecewaan sesaat, mata
kurang tidur, vitalitas diri menurun, kadang shalat subuh kesiangan,
terganggunya kesehatan, hingga buyarnya konsentrasi.

Dengan adanya tontonan bola ini, sobat termasuk kategori yang nomor berapa?
1. Sangat merasa terganggu. Sehingga nonton sepakbola tidak perlu karena
mengganggu kekhusyu’an dan keikhlasan tahajjud
2. Siap atur waktu sehingga Tahajjud jalan, nonton bola juga jalan. Menganggap
sebagai latihan bangun malam untuk diteruskan di kemudian hari
3.Yang penting nonton bola. Tahajjud adalah sunnah dan bisa dilaksanakan lain
waktu

Demikian pentingnya waktu sepertiga malam dan waktu subuh, maka kita harus jadi
ummat yang cerdas. Tentunya sobat tidak menginginkan ini bukan? karena terlalu
asyik/hanyut menonton sepakbola ternyata tahajjud tidak dilaksanakan, subuh
ketinggalan, bangun kesiangan dan terganggu produktifitas dan berkarya.

Bagi sang istri…bantu suami ya! biar bisa dan tidak lupa shalat tahajjud
sama-sama

Semoga bermanfaat.

by yuda

At Yogya

Travel 1 Comment »

Tiba di Kota Gudeg tepat pukul 8.20 AM Selasa, setelah 7 tahun tidak berkunjung…
Trip Route :
:)1/2, soto pa sholeh-jl.adi sucipto(mantap juga nih soto-nendang bo)
:)pertama, kantor Divre,kulo nuhun or mohon ijin

:)kedua, Gudang Kalasan (3G or GPRS TSEL down,pake Matrix gw deh)

:)ketiga, Gudang Playen-gunung kidul(3G down,pake GPRS TSEL,Matrix ok selalu)
:)keempat, Lunch di ??? Lupa namanya,disini ada extrem kuliner belalang  goreng..weksss.khas dr warung makan ini nasi merah,ditemani oleh lauk pauk yg  berselera,ada empal,kulit jeroan,rebon,ayam goreng,urap,dll (smwnya gw coba,kecuali sop n belalangnya pastinya)

:)kelima, Gudang Pajangan (3G down,GPRS TSEL Ok,Matrix pasti)

:)keenam, Gudang Wates (3G down, GPRS TSEL ok,Matrix ok)

:)ketujuh, makan malam di mie godog,gw prefer bihun godog aja deh,enak bgt
:)kedelapan, kerumah dinas di tambak bayan,disini dapat sinyal WIFI dr hotel   tetangga,kenceng bgt(tes remote ke pusat via SSL VPN )

:)kesembilan,kehotel saphir,sholat + tidur bntr ampe jam 23.30

:)kesepuluh,tepat 23.40 dijemput n berangkat ke Gudeg Pawon yang terkenal itu (buka dr jam 23.30 hingga habis sktr pukul 2.00 dini hari).Tiba dilokasi ternyata tutup…hiksss ada pengumuman kalo Gudeg libur dr senin-jumat,bukan jodoh nih.
:)kesebelas,cari pengganti Gudeg Pawon,dapet Gudeg Permata-jl.gajah mada.Pesen Gudeg+ayam dada+tahu+crecek=enak + kenyang bgt..:)

:)keduabelas, back 2 hotel,istirahat,krn ga bisa tidur nulis berita ini deh,skrg jam 1:54AM
:)bersambung esok hari….
 


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in